Berbisnis Sambil Kuliah, Mahasiswi Cantik Ini Raup Banyak Keuntungan

Siti Ervina Zahra.

PALANGKA RAYA – Berbisnis sambil berkuliah zaman sekarang sudah menjadi hal yang lumrah. Akan tetapi mencari bisnis atau usaha yang tidak menyita waktu dan fokus tidaklah mudah. Sebab, harus kita sadari jika pendidikan, hubungan sosial dan pekerjaan harus balance.

Namun beda cerita dengan apa yang dijalani oleh seorang mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Siti Ervina Zahra. Mahasiswi yang telah menginjak semester 8 ini telah menjalankan kuliahnya yang dibarengi dengan berbisnis.

Walaupun mengharuskan berkuliah sambil berbisinis, mahasiswi cantik satu ini tetap aktif dalam berbagai kegiatan yang ada. Mulai dari ikut berbagai organisasi yang ada di kampus seperti Lembaga Seni dan Budaya Mahasiswa (LSBM) sampai mengikuti organisasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

BACA JUGA:   Bhabinkamtibmas Polsek Rakumpit Sambangi Masyarakat, Ingatkan Pendisiplinan Prokes

Tidak lupa ia juga mengikuti organisasi yang ada di luar kampus. Seperti organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bahkan ia juga menjabat sebagai bendahara di organisasi tersebut.

Karena menurut Vina panggilan akrabnya, berbisnis yang dijalani jangan sampai menjadi penghambat untuk aktif di dunia kampus dan mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi.

“Jangan sampai bisnis menjadi penghambat untuk kita maju. Jadikan dua itu (bisnis dan pendidikan) menjadi motivasi untuk kesuksesan di masa datang,” ucap Vina.

Dia menambahkan jika bisnis yang dijalaninya merupakan bisnis yang terbilang mudah. Yaitu berbisinis produk kosmetik yang bermerek Jafra. Walaupun berbisnis Jafra sangat mudah dengan berbekal handphone serta waktu yang sangat fleksibel, berbisnis ini juga banyak mendapatkan keuntungan lain seperti kulit menjadi sehat dan glowing.

BACA JUGA:   Personel Polsek Bukit Batu Dampingi Siswa Saat Belajar Daring

“Kita juga berkesempatan mendapatkan gaji dan pastinya yang bikin bahagia kita dapat membuka lapangan pekerjaan serta banyak keuntungan lainnya yang bakalan kalian dapetin dengan bisnis ini,” tambah mahasiswi

Ia bercerita awal mula dirinya bergabung dengan bisnis ini karena merasa keperluan sebagai mahasiswi dan wanita semakin banyak dan meminta uang ke orang tua pun sudah malu. Sehingga dengan modal nekat ia memutuskan untuk bergabung dan sekarang menjadi konsultan di Jafra.

“Tidak diragukan lagi kualitasnya itu sudah berlabel BPOM, halal dengan predikat “A” dari MUI dan yang pasti non mercury. Hebatnya lagi di Jafra itu ada yang membimbing kita sampai bisa,” tutup gadis cantik asal Pegatan, Katingan, Kalimantan Tengah ini.

(Ars/Beritasampit.co.id)