Sudah Saatnya Pemerintah dan Pemuda Bersinergi Membangun Daerah

Wahid Yusuf, Tokoh Pemuda Kalimantan Tengah.

Bagian I:

Penulis : Maman Wiharja (Wartawan beritasampit.co.id).

SALAH satu tokoh pemuda Kalimantan Tengah (Kalteng), Wahid Yusuf tampak terus dipromosikan. Tak hanya di media sosial, baliho Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya ini bertebaran disejumlah bahu jalan strategis, salah satunya di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Baliho dengan fotonya Wahid Yusuf yang merupakan Ketua Umum Angkatan Muda Partai Gorkar (AMPG) Kalteng ini diwarnai dengan tulisan “KALTENG SEHAT”, yang diikuti dengan sebuah pesan “Saatnya Yang Muda Mendampingi”.

Dengan banyaknya baliho Wahid Yusuf, seperti di Jalan Iskandar dan di lokasi Jalan Bundaran Tugu Pancasila, Pangkalan Bun banyak mengundang perhatian dan pertanyaan oleh warga masyarakat Kobar.

BACA JUGA:   10 Anjuran Gubernur Kalteng Agar Lansia dan Kelompok Komorbid Terhindar Covid-19

Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 2 Agustus 2020 sore terkait hal ini, Wahid Yusuf menjawab, hanya sebagai pesan moral untuk para pemuda di Provinsi Kalteng. Dari dialog itu disimpulkannya, bahwa sudah saatnya pemerintah dan pemuda bersinergi membangun daerah masing-masing Kabupaten.

Menyambung hal ini, menurut Wahid Yusuf, pemuda sebagai generasi milenial itu adalah generasi yang siap dan wajib mengawal pembangunan di daerahnya masing-masing. Mengawal dengan artian sebagai pemuda harus bisa menggali dengan karya-karya barunya untuk ditawarkan kepada pemerintah.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Harap Para Kades Berani Ambil Terobosan Wujudkan Desa Mandiri

Sekarang bukan zamannya lagi para pemuda hidup hanya menikmati masa muda seperti begadang, kebut-kebutan di jalan raya atau malakukan perbuatan terlarang narkoba dan minuman keras.

“Mari kita nikmati hidup masa muda dengan berkarya, menggali ide-ide baru untuk melengkapi program pembangunan pemerintah,” pesan Wahid Yusuf.

Namun, tentunya ide-ide yang telah digali oleh para pemuda harus disambut oleh pemerintah, dan diarahkan, misal dengan modal kerja untuk melengkapi berbagai sarana dan prasarana ide-ide baru yang telah digali oleh para pemuda. (Bersambung).