Ekonomi Kalteng Triwulan II Tahun 2020 Mengalami Kontraksi 3,15 Persen

IST/BERITA SAMPIT - Kepala BPS Provinsi Kalteng Yomin Tofri saat menyampaikan rilis

PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020. Perekonomian Kalteng triwulan II tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Dometik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 36.023,8 miliar dan atas dasar konstan 2010 mencapai Rp 24.022,8 miliar.

Data ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Kalteng Yomin Tofri, Rabu 5 Agustus 2020. “Ekonomi Kalimantan Tengah triwulan II 2020 terhadap triwulan II-2019 (y-on-y) terkontraksi sebesar 3,15 persen. Dari sisi produksi, hanya 7 (tujuh) kategori yang masih mampu tumbuh positif, sisanya 10 kategori terjadi kontraksi,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Kapolres Seruyan Pimpin Sertijab Tiga Perwira Tinggi

Kategori dengan kontraksi terbesar adalah Kategori Jasa Lainnya yang tumbuh negatif sebesar 24,24 persen. Dari sisi pengeluaran, katanya, semua komponen mengalami kontraksi, terbesar terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh negatif sebesar 13,38 persen.

Ekonomi Kalteng triwulan II 2020 terhadap triwulan I 2020 (q-to-q) terkontraksi sebesar 5,62 persen. Dari sisi produksi, hanya 6 (enam) kategori yang masih mampu tumbuh positif. Kontraksi terbesar terjadi pada Kategori Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh negatif sebesar 23,73 persen.

BACA JUGA:   Polsek Hanau Gencar Sosialisasi Cegah Karhutla Pada Masyarakat

Sementara dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 8,71 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kalteng semester I 2020 (c-to-c) terkontraksi sebesar 0,11 persen. Dari sisi produksi, Kontraksi terbesar terjadi pada Kategori Kategori Jasa Lainnya sebesar 13,51 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 11,21.

Sementara itu, perekonomian seluruh provinsi di Pulau Kalimantan Triwulan II 2020 baik secara y-on-y maupun q-to-q mengalami kontraksi. Perekonomian Kalimantan Tengah mengalami kontraksi terendah kedua di regional Kalimantan setelah Kalimantan Selatan. (Hardi/beritasampit.co.id).