Curahan Hati Gadis Desa Gagutur Terkait Tradisi Agama Hindu Kaharingan

IST/BERITA SAMPIT - Rayani, gadis Desa Gagutur.

BUNTOK – Agama Hindu Kaharingan memiliki tradisi serta berbagai macam bentuk upacara-upacara ritual yang unik dan menarik. Hal ini dinilai positif bagi sebagaian orang yang memahami dan bisa menghargai antar umat beragama di Kabupaten Barito Selatan, khususnya di Desa Gagutur, Kecamatan Gunung Bintang Awai.

Kendati demikian, menurut Rayani, gadis asal Desa Gagutur, masih ada oknum-oknum masyarakat yang semena-mena membuat postingan-postingan yang seharusnya tidak pantas dan mengandung unsur yang bertentangan dengan hukum di negeri ini.

BACA JUGA:   Kapolda Kalteng Tinjau Pembangunan Paviliun VVIP RS Bhayangkara

“Baru-baru ini dilaksanakan ritual miwit alah jumpun dan sahabat oleh salah satu umat Hindu Kaharingan di Desa Gagutur, dan ada salah satu oknum masyarakat memposting di sosial media serta melontarkan kata-kata yang tidak pantas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Dara itu, Kamis 13 Agustus 2020.

Ia juga menyayangkan masih ada beberapa oknum yang tidak menghargai dan menganggap itu seolah menakutkan. Besar harapannya, kita untuk saling menghormati dan menghargai sesama khususnya masyarakat di Desa Gagutur Barito Selatan, agar selalu menghargai dan toleransi dengan suku, ras serta agama.

BACA JUGA:   Ternyata Penyumbang Angka Tertinggi Covid-19 di Kalteng Ada 5 Klaster

“Karena, kami umat Hindu Kaharingan hanya menjalankan ritual yang sudah menjadi kewajiban sesuai dengan prosedur dan tata cara yang sudah turun temurun dari nenek moyang,” tutupnya. (Hardi/beritasampit.co.id).