Ini Capaian Sugianto Sabran dalam Program Pembangunan Kalteng

HARDI/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama istrinya, Ivo Sugianto Sabran.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyampaikan perkembangan capaian indikator makro dan pembangunan Provinsi Kalteng, yang merupakan upaya nyata mendukung konsep Indonesia Maju, Senin 17 Agustus 2020 saat menjadi pembina upacara HUT RI ke 75 di Halaman Kantor Gubenur Kalteng.

Sugianto mengungkap, bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng Tahun 2019 telah tumbuh sebesar 6,16 persen, PDRB per kapita Rp 55,6 Juta, Inflasi pada April Tahun 2020 sebesar 2,45 persen dengan tingkat inflasi sebesar 1,66 persen, Gini Rasio per Maret Tahun 2019 sebesar 0,335, Tingkat Kemiskinan menurun dari 5,17 persen pada Tahun 2018 menjadi 4,98 persen Tahun 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka per April Tahun 2020 sebear 3,39 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,91 persen.

Dia juga menyampaikan untuk sektor perhubungan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan transportasi udara serta pengembangan perekonomian dan pariwisata, Pemerintah Provinsi Kalteng mengusulkan pengembangan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya menjadi Bandara International dan Embakarsi Haji Penuh. Demikian juga untuk Bandara H Iskandar Pangkalan Bun dan Bandara H Asan Sampit diusulkan perpanjangan landasan pacu.

BACA JUGA:   Ini Saran Ustaz Abdul Somad dalam Memilih Pemimpin

Untuk mendukung program tol laut, pada tahun 2018 dilaksanakan pengerukan alur sungai Kapuas Murung di Kabupaten Kapuas. Merencanakan pembangunan Pelabuhan Teluk Sangiang di Kota Palangka Raya, serta usulan relokasi Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan di Bagendang, Khusus Bongkar Muat.

Dalam rangka mendukung gerakan kedaulatan pangan nasional di Kalteng, pencanangan Kalteng sebagai salah satu Provinsi yang ditetapkan sebagai daerah pendukung gerakan ketahanan pangan nasional oleh Presiden Republik Indonesia tanggal 9 Juli 2020 di wilayah Eks PLG Desa Dadahup Kabupaten Kapuas dan Desa Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau seluas 165.000 Hektar.

Program itu nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan di Kalteng maupun Nasional. Dengan dibukanya lahan sawah ini selain bisa menjadi peluang kerja baru juga diharapkan dapat memanfaatkan lahan tidur dan terlantar menjadi terkelola dan terpelihara sehingga dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Sektor kesehatan, dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat Kalteng direncanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A dan direncanakan penganggaran melalui KPBU. Dalam rangka penanggulangan dan pemberantasan narkoba, direncanakan juga pembangunan rumah sakit rehabilitasi korban narkoba yang berlokasi di Palangka Raya.

BACA JUGA:   Serap Aspirasi Warga Parenggean, Sugianto-Edy Diharap Masyarakat Lanjutkan Pembangunan

Sektor pembangunan dan Infrastruktur, Pembangunan Jalan Prioritas (Jalan Provinsi) Multi Years Kontrak sebesar Rp 2,050 Triliun di bagi dalam 3 (tiga) wilayah yaitu Wilayah Timur 3 (tiga) ruas jalan, Wilayah Tengah 10 (sepuluh) ruas jalan dan Wilayah barat 9 (sembilan) ruas jalan, dan direncanakan Pembangunan Menara Bank Kalteng di Palangka Raya.

Sektor pendapatan daerah, peningkatan cukup signifikan dalam 4 (empat) tahun terakhir yaitu pada tahun 2016 pendapatan Rp 3,5 triliun, meningkat sampai Rp 4,7 Triliun di tahun 2018, Tahun 2019 sebesar Rp 4,98 Triliun. Kemudian Tahun 2020 serapan cukup tinggi dengan total target Rp 4,59 Triliun, sudah tercapai Rp 1,56 Triliun atau sudah 33,90 persen dari target yang ditetapkan

Selain itu, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, Pemerintah Provinsi Kalteng meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP sudah diraih 6 (enam) kali berturut-turut yaitu Tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. (Hardi/beritasampit.co.id).