Teras Narang Gelorakan Semangat Persatuan, Wujudkan Dayak yang Layak

IST/BERITA SAMPIT - Agustin Teras Narang, saat menyampaikan opening speech dan orasi ilmiah dalam Simposium Dayak bercerita "75 Tahun Diribaan Bangsa Indonesia", Minggu 16 Agustus 2020.

PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia serta berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan, sekalipun Kalteng sebagai sebuah provinsi baru terbentuk 12 tahun setelah kemerdekaan, namun peran serta Suku Dayak telah dilakukan dalam mencapai perjuangan kemerdekaan nasional. Suku Dayak bahkan satu-satunya suku yang melakukan sumpah Setia kepada NKRI.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dr. Agustin Teras Narang, S.H ketika menyampaikan Opening Speech dan orasi ilmiah dalam Kegiatan Simposium Dayak Bercerita “75 Tahun Diribaan Bangsa Indonesia” yang digagas oleh Forum Pemuda Kalimantan Tengah (FORPEKA) melalui media virtual zoom meeting, Minggu 16 Agustus 2020.

Agustin Teras Narang menyampaikan, bahwa masyarakat Kalimantan Tengah diera kekinian menghadapi banyak tantangan yang tidak bisa kita hindari, ia mengibaratkan suku Dayak tinggal disatu rumah yang sudah tidak ada pintu dan jendelanya lagi, sehingga pemilik rumah yakni suku Dayak sudah tidak bisa lagi mengatakan tidak terhadap para tamu yang datang, karena diera sekarang sudah tidak ada batas lagi antar sesama suku bangsa yang ada didunia.

BACA JUGA:   Kapolda Kalteng Ikuti Rakor Online Dengan Menkopolhukam

“Diera sekarang sudah tidak ada lagi batas-batas diantara suku bangsa, artinya kita harus menghadapi berbagai tantangan yang datang menghampiri tersebut dengan semangat persatuan dan kebersamaan, karena kita sudah tidak bisa meminta orang lain untuk membantu kita. Kita harus menjadi Dayak yang layak, untuk menjadi Dayak yang layak kita harus berani mempresentasikan kepada siapa pun bahwa kita adalah tepat dan layak,” ungkap Teras Narang.

Mantan Gubernur Kalteng dua periode tersebut menyampaikan, bahwa Dayak harus siap dan berani menghadapi berbagai realitas dan kenyataan yang ada di depan, karena di era globalisasi ini sudah bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan, namun era ini menjadi sebuah kesempatan untuk menjalin kerjasama dan sinergisitas agar saling memperbesar satu dengan yang lain terutama komunitas Dayak itu sendiri agar sumber daya manusia Dayak dapat betul-betul menjadi tuan rumah didaerahnya.

BACA JUGA:   Ketua Fordayak: Aspirasi Harus Disampaikan Sesuai Falsafah Huma Betang

“Dalam aspek jabatan, pekerjaan dan karier harus kita rebut, tapi kita juga harus jujur mengatakan bahwa kita tidak bisa hanya sekedar merebut, kita juga harus mempunyai kualitas sumber daya manusia, menguasai teknologi dan menguasai bahasa, karena hal tersebut adalah salah satu obor bagi kita dalam perjalanan menuju kemenangan, jangan kita mengeluh kita harus mampu untuk mengatasi segala problema yang kita hadapi, Covid-19 kita harapkan segera berlalu, lumbung pangan harus kita persiapankan dan kita bukan hanya sebagai penonton namun kita harus menjadi pemerannya dalam upaya mewujudkan Dayak yang layak dan Dayak yang mampu,” tutup Teras Narang. (NA/beritasampit.co.id).