Belajar Tatap Muka di Lamandau Masih Disiapkan Pemkab

ISTIMEWA/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau, Abdul Kohar.

NANGA BULIK – Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau masih belum bisa menerapkan metode pembelajaran tatap muka, karena masih memerlukan persiapan yang ekstra.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Abdul Kohar, Kamis 19 Agustus 2020. Menurutnya, belajar tatap muka bagi SD masih memerlukan persiapan lebih dibanding siswa jenjang SMP.

“Memang sebagian sekolah di Kecamatan Bulik belum belajar dengan tatap muka, karena masih tahap persiapan, dan dari data yang kami sudah dihimpun ada SMP 36 sudah melakukan persiapan dari 46 sekolah, dan ada 56 SD juga sudah melakukan persiapan untuk belajar tatap muka dari 106 sekolah lainnya,” jelas Kohar.

BACA JUGA:   Satpol PP dan Damkar Lamandau Terus Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Katanya, semua sudah sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa perlu waktu beberapa pekan untuk persiapan belajar tatap muka bagi SD. Itupun setelah dilakukan evaluasi pada kegiatan belajar mengajar jenjang SMP dan SMA.

Untuk sementara, kata dia, bagi jenjang SD masih berupaya dimaksimalkan melalui pendidikan dalam jaringan. “Pendidikan jarak jauh bisa dikatakan sudah jadi kebutuhan seiring perkembangan teknologi informasi tidak bisa dielakkan. Kondisi wabah membuat kami lebih berupaya menyandingkan keduanya. Ada daring dan ada tatap muka,” terangnya.

BACA JUGA:   Warga Desa Suja Nikmati Hasil Panen Perdana Lahan Penyerahan PT Pilar Wana Persada

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau membuka pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah SMPN 1 Menthobi Raya dengan protokol kesehatan Covid-19. Pendidikan dilakukan secara bergantian sehari di sekolah lalu sehari di rumah dan dalam durasi singkat mulai pukul 7.30 sampai 11.00 WIB. (Andre/beritasampit.co.id).