Melalui Akademisi, Pilkada Dimanfaatkan Sebagai Momen Mengembangkan Paham Radikalisme

IST/BERITA SAMPIT - Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono saat menyerahkan plakat kepada Habib Nuruzzaman.

PALANGKA RAYA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan diselenggarakan 9 Desember 2020, dinilai rawan dimanfaatkan untuk pengembangan paham radikalisme.

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono, melaui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan, Jumat 21 Agustus 2020 mengatakan, momentum Pilkada banyak dimanfaatkan para simpatisan untuk menghembuskan paham-paham radikalisme.

Paham radikalisme yang diserukan para simpatisan ini nantinya merupakan cikal bakal berkembangnya terorisme. Menurut Hendra, tahapan penyebaran paham radikalisme ini telah merambah ke masyarakat dengan cara kaderisasi para akademisi yang berujung pada adanya interaksi para simpatisan ke publik.

BACA JUGA:   Bakal Calon Bupati Kotim Halikinnor Gelar Syukuran, Ingat Pesannya Ya!

Dengan demikian Polda Kalteng menyelenggarakan tausiyah kebangsaan di ruang Loby Mapolda Jalan Tjilik Riwut Km 1 Kota Palangka Raya, yang dipimpin Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Indro Wiyono.

Kegiatan melalui meeting zoom ini, dihadiri Komandan Densus 99 Asmaul Husna Banser, Habib Nuruzzaman dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama M Najih Arromadloni, dan seluruh Pejabat Utama Polda Kalteng beserta Kapolres, Kapolsek jajaran Polda Kalteng.

BACA JUGA:   Update Perkembangan Kasus Covid-19 Kalteng 5 September

“Dengan diselenggarakannya tausiyah ini, diharapkan kepada rekan-rekan TNI-Polri agar lebih selektif lagi ketika berada ditengah-tengah masyarakat guna menciptakan Pilkada aman dan kondusif serta mengamankan seluruh agenda penting pemerintah guna tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkas Hendra. (Hardi/beritasampit.co.id).