Dirawat Intensif, Korban Mengaku Sempat Ditenggelamkan di Ember

ILHAM/BERITA SAMPIT- LL bocah 5 tahun korban penganiayaan ibu kandung dan ayah tirinya ini, dirawat intensif pada ruang IGD RSUD dr Murjani Sampit, Minggu 23 Agustus 2020.

SAMPIT – Bocah berinisial LL (5) korban penganiayaan Ibu Kandung dan Ayah Tirinya, kini telah dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Minggu 23 Agustus 2020.

Terlihat dari hasil pemeriksaan oleh petugas medis, hampir disekujur tubuh bocah malang itu ada bekas lebam berwarna biru, pada alis dan dibawah mata kanan anak itu juga telihat luka yang sudah mengering, dan dibagian pergelangan lengan atas sebelah kiri tampak tulangnya seperti bengkok, diduga patah akibat di pelintir oleh orang tuanya.

BACA JUGA:   TNI Bangga TMMD Membawa Manfaat Bagi Masyarakat

“Ulun (saya) juga sempat dilamaskan (tenggelamkan) didalam ember,” ungkap bocah malang tersebut.

Sebelumnya kasus ini diketahui setelah diduga ada upaya menelantarkan bocah tersebut oleh orang tuannya, dengan meninggalkan anak itu pada sebuah warung gorengan di jalan Kopi Selatan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Anak itu di titip begitu saja, dan mereka bertiga satu perempuan dan dua laki-laki menggunakan dua motor langsung menjauh sebentar memantau di kejauhan, tak berselang lama mereka kabur,” ungkap Sri Hartini, pemilik warung gorengan.

BACA JUGA:   Tiga Jembatan Hasil TMMD 109 Dongkrak Perekonomian Masyarakat Dua Desa

Kasus ini telah ditangani pihak Kepolisian, dan petugas langsung melakukan pengejaran kepada kedua orang tua bocah malang tersebut.

(Cha/beritasampit.co.id)