Update 23 Agustus : Kasus Positif di Kalteng Kembali Bertambah, Berikut Sebarannya!

IST/BERITA SAMPIT - Peta Penyebaran Covid-19 di Kalteng

PALANGKA RAYA – Terkait jumlah akumulasi data sampai dengan hari ini Minggu, 23 Agustus 2020, pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng bertambah.

Sebanyak 44 orang dengan total kasus mencapai 2.394 orang, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 104 orang atau dengan tingkat kematian Case Fatality Rate (CFR) 4,3 persen.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melalui Juru Bicara Tim Komunikasi Publik Satgas Covid- 19 Kalteng, dr Astrid Theresa sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Kabupaten dan kota zona terdampak, sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota sudah terdampak, tetapi Kabupaten Sukamara tidak ada kasus dan zona hijau. Selain itu, Kabupaten Lamandau sudah tidak ada kasus aktif tetapi belum termasuk zona hijau.

BACA JUGA:   Sugianto Inginkan Putra-Putri Kalteng Pendidikan Menimal S-1

“Kasus konfirmasi, ada penambahan sebanyak 44 orang, yaitu di Palangka Raya 23 orang, di Kotawaringin Barat 4 orang, di Kapuas 3 orang, di Pulang Pisau 3 orang, di Barito Selatan 10 orang, dan di Barito Timur 1 orang, sehingga dari semula sebanyak menjadi 2.350 orang menjadi 2.394 orang,” ujar Sugianto Sabran, melalui dr Astrid Theresa.

Untuk pasien Sembuh, ada penambahan sebanyak 11 orang, yaitu di Palangka Raya 2 orang, di Kotawaringin Barat 5 orang, di Kapuas 1 orang, di Barito Selatan 2 orang, dan di Barito Timur 1 orang, sehingga dari semula sebanyak 1.794 orang menjadi 1.805 orang.

BACA JUGA:   Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Desa Pujon, Wagub Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kasus Suspek, ada penurunan sebanyak 21 orang, sehingga dari semula 408 orang menjadi 387 orang. Kasus Probable, ada penambahan sebanyak 1 orang, sehingga dari semula 37 orang menjadi 38 orang.

Dalam Perawatan, ada penambahan sebanyak 33 orang, sehingga dari semula 452 orang menjadi 485 orang. Serta Kasus Meninggal, tidak ada perubahan, sehingga tetap menjadi 104 orang. Tingkat kematiannya (CFR) 4,3 persen.

(Hardi/Beritasampit.co.id)