Gubernur Kalteng Terancam Batal Panen Raya Padi di Kotim, Diduga Ini Penyebabnya

SIAP PANEN : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Tanaman padi di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng, siap dipanen.

SAMPIT – Akhir Agustus 2020 rencananya Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran akan melakukan panen raya padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, rencana itu terancam gagal.

Informasi dihimpun Berita Sampit, beredar surat bahwa Gubernur Kalteng akan diundang untuk panen padi di Kotim tepatnya di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut.

Dalam surat resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kecamatan Pulau Hanaut sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kotim terutama ke Dinas Pertanian beserta tembusan beberapa instansi terkait lainnya. Surat resmi menggunakan stok basah kecamatan itu dikeluarkan sejak 10 Agustus 2020.

BACA JUGA:   Relawan Sugianto-Edy Ucapkan Ikrar, Siap Laksanakan 5 Poin Penting 

Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto membenarkan bahwa pemerintah desa telah mengundang Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran untuk panen raya padi. Disamping itu, rencana tersebut juga sudah dibicarakan dan disambut baik protokoler gubernur.

“Iya, kami mengundang bapak gubernur untuk panen raya padi. Sebelumnya, kami sudah koordinasikan ke protokoler gubernur pada saat kami berada di Palangka Raya,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin 24 Agustus 2020.

Dia menjelaskan, pemerintah desa telah mengikuti prosedur yakni surat diambil alih pihak kecamatan untuk diteruskan ke tingkat kabupaten. Hingga sekarang, surat itupun belum ada tindaklanjut.

BACA JUGA:   Meriahkan Lokasi TMMD dengan Pertandingan Bola Voli

Wartawan beritasampit.co.id mencoba konfirmasi ke beberapa petinggi Pemkab Kotim misalnya, Sekda Kotim dan Kabag Humas Pemkab Kotim. Jawaban yang diterima sama yakni, surat tersebut sudah dideligasikan ke Dinas Pertanian Kotim sebagai pelaksana dilapangan.

“Konfirmasi dengan Plt Kadis Pertanian,” kata Sekda Kotim Halikinoor melalui pesan singkat yang diterima beritasampit.co.id.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kotim dan sekaligus Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim Marzuki saat dikonfirmasi hingga sekarang belum ada jawaban.

(ifin/beritasampit.co.id)