Jelang Pilkada, Kodim 1015/Sampit Simulasi PHH

SAMPIT – Personil Kodim 1015 / Sampit menggelar latihan Simulasi PHH (Penanggulangan Huru Hara ) di Halaman Makodim 1015/Spt Jl. MT. Haryono No. 56 Sampit Kabupaten Kotim. Latihan tersebut dalam rangka menghadapi Pilkada serentak Tahun 2020 di wilayah Kabupaten Kotim, Selasa (25/ 08/ 2020) pada pukul 08.00 WIB .

Kegiatan latihan ini dipimpin langsung oleh Danramil 1015 / Sampit Letda Inf Margus dan didampingi oleh para Perwira sejajaran Kodim 1015 / Sampit.

Letda Inf Margus mengatakan, ”Bahwa latihan Simulasi PHH yang dilaksanakan pada hari ini merupakan rangkaian kegiatan latihan pengamanan menghadapi Pilkada Serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Kotim”.

“Latihan ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan personil yang akan terlibat untuk menghadapi dan mencegah kemungkinan gangguan keamanan saat Pilkada nanti, dalam latihannya kita buat simulasi dan bagaimana cara menanggulangi apabila ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutur Letda Inf Margus.

BACA JUGA:   Target Selesai Sebelum Penutupan, Pos Terpadu Terus Berlanjut

Lanjut Letda Inf Margus juga menambahkan, kegiatan Simulasi ini kita laksanakan dengan harapan Anggota Kodim 1015 / Sampit yang terlibat pengamanan nantinya dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat mengamankan tahapan Pilakada serentak Tahun 2020.

“Sehingga Pilkada serentak Tahun 2020 dapat berjalan dengan aman, lancar, damai serta tetap kondusif sesuai dengan harapan kita semua,” terangnya.

Secara terpisah Komandan Kodim 1015 / Sampit Letkol Czi Akhmad Safari menuturkan, latihan PHH dilakukan guna melatihkan anggota menghadapi aksi anarkis massa, sehingga tindakan cepat harus diambil.

BACA JUGA:   Kodim Pangkalan Bun Gelar Lomba Burung Berkicau

Diharapkan anggota tidak ragu-ragu dalam melaksanakan tugas sesuai prosedur yang berlaku.  “Diharapkan dengan mengikuti Latihan Simulasi PHH seluruh anggota dapat memaksimalkan tugas sebagaimana mestinya. Dalam latihan Simulasi PHH ini profesionalitas setiap prajurit akan meningkat sesuai dengan tugas dan jabatannya masing-masing, serta kemampuan personel dalam hal taktik dan teknis serta prosedur tetap yang harus dilaksanakan apabila menangani terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan dapat tercapai dengan baik,” jelas Letkol Czi Akhmad Safari.

Letkol Czi Akhmad Safari menyampaikan sebagai aparat keamanan memang harus netral. Netralitas ini sudah menjadi harga mati, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab jika sampai terjadi ketidaknetralan aparat keamanan dampak yang ditimbulkan sangat besar. (rls/beritasampit.co.id)