Minim Alat Pemadam, Dalam 8 Bulan Karhutla di Kobar Mencapai 25,55 Hektare

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan.

PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mencapai seluas 25,55 Hektare, dari Januari sampai Agustus 2020. Hal ini akibat minimnya peralatan pemadam yang ada.

“Selain minimnya peralatan, juga berdasarkan hasil evaluasi dari para petugas di lapangan sangat sulit untuk mencari sumber air disekitar lokasi kebakaran. Hal ini terjadi di enam kecamatan se-Kabupaten Kobar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Tengku Alisyahbana, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Reneli, Rabu 26 Agustus 2020.

Menurut Reneli, luas Karhutla dari 25,55 hektar itu terdeteksi dari jumlah 72 titik host spot. Titik host spot yang terbanyak di Kecamatan Kumai sebanyak 29 titik. Arut Selatan 22, Kotawaringin Lama 13, Arut Utara 4, Pangkalan Banteng 2 titik dan Kecamatan Pangkalan Lada ada 1 titik hot spot.

BACA JUGA:   Surat Keterangan Hasil Rapid Test Covid-19 Dipalsukan, Pelaku Diamankan Polisi

“Setiap ada kejadian Karhutla semua Tim Satgas yang terdiri dari BPBD Kobar, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Damkar, telah berhasil memadamkan kebakaran,” ujar Reneli.

Lebih lanjut ia mengatakan, tahun 2020 ini Kobar mendapatkan bantuan dari pusat armada penyuplai air, yang akan diserahkan untuk Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kotawaringin Lama.

BACA JUGA:   Dinas PUPR Kobar Buka Pelayanan Khusus, Ini Penjelasanya

“Penyerahan bantuan armada tangki suplai air akan diserahkan langsung oleh Ibu Bupati pada apel siaga darurat Karhutla. Untuk tahun 2019 juga kita mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat armada suplai air untuk Kecamatan Kumai,” Imbuhnya.

Bantuan peralatan pemadaman dari Pemerintah Pusat, kata Reneli, akan diberikan kepada wilayah yang rawan Karhutla, untuk wilayah Kabupaten Kobar sendiri ada 3 kecamatan yang masuk wilayah rawan Karhutla, yakni Kecamatan Arut Selatan, Kumai dan Kecamatan Kotawaringin Lama. (Man/beritasampit.co.id).