Anekdot Pelajar Masa Pandemi Covid-19: Ulangan Bebas Nyontek Nilai Tertinggi Mentok 96

Penulis : Maman Wiharja (Wartawan beritasampit.co.id)

PARA pelajar sejak Maret 2020 telah dirumahkan pemerintah dengan alasan pandemi Covid-19. Ternyata hal ini menuai kisah anekdot tersendiri di kalangan para pelajar.

Salah satu murid SLTA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat mengatakan bahwa untuk meraih nilai 100 dari semua mata pelajaran hasil ulangan di rumah, susah sekali. Nilai yang mereka dapat mentok 94 atau 96.

“Padahal kita ini kalau ada ulangan, nyontek dari buku-buku pelajar,” katanya saat ditemui di perumahan Pinang Merah, Kamis 10 September 2020.

Murid tersebut dan teman-temannya tampak sedang menunggu pelajaran dari sekolahnya. Diungkap dia, bahwa semua pelajaran dari sekolah langasung dibagikan melalui WA. Mereka belajar di rumah melalui aplikasi khusus dari sekolah.

BACA JUGA:   Keluarga Besar PWI Kobar Gelar Family Gathering di Obyek Wisata Jurung Tiga

Kata dia, belajar di rumah melalui HP, tidak bisa ditinggalkan karena Guru sering minta bukti-bukti catatan yang ditulisnya.

“Ini contoh, saya mencatat soal ulangan, atau mencatat mata pelajaran. Kemudian guru minta soal ujian yang diisi, atau mata pelajaran yang dicatat oleh saya harus difoto melalui HP, kemudian di share ke aplikasi sekolah,” ungkapnya.

Di sekolah memang guru melarang kepada muridnya untuk nyontek. Ulangan selama belajar di rumah melalui aplikasi dan HP, apakah ada yang mengawas dari gurunya?.

Ternyata, memang para murid SLTA ini bebas nyontek. “Tapi jangan harap dapat nilai 100, nilai ulangan tertinggi mentoknya di angka 94 sampai dengan angka 96,” katanya sambil tertawa.

BACA JUGA:   Banyak Dibicarakan Kharismatik Sosok Nurhidayah Ruslan Masih Seperti Bupati

Itulah anekdot dari para murid yang saat ini belajar di rumah. Yang kita perhatikan dan ditelaah bagaimana nasib para pelajar dimasa depannya kalau virus corona ini, tidak bisa menghilang dimuka bumi ini?.

Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa kita semua ini harus diuji dengan wabah Covid-19, yang entah sampai kapan melanda?.

Untuk apa sebenarnya ujian ini?. Jawabannya, mari kita menengadah dan merenung serta berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, meminta virus corona ini segera berkahir. Semoga, Amiin.