Pelaku Pemerkosaan Anak Bawah Umur Diancam 15 Tahun Penjara

IST/BERITA SAMPIT - Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri Saat Menyampaikan Press Rilis

PALANGKA RAYA – Polresta Palangka Raya, kembali menggelar press release tentang perbuatan persetubuhan kepada anak di bawah umur, Rabu 16 September 2020.

Bertempat di markas komandonya Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, didampingi oleh Wakapolresta dan Kasatreskrim memaparkan hasil penyidikan sementara kasus tersebut.

Dari hasil pemaparan, diketahui kejadian tersebut terjadi pada Hari Minggu 13 September 2020 sekitar pukul 17.30 WIB di kawasan Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang diduga dilakukan oleh tersangka AH (34).

BACA JUGA:   Tim Labfor Surabaya Bantu Selidiki Kasus Kebakaran Gedung LPTQ Kalteng

Aksi bejat tersebut diduga dilakukan AH saat dirinya sedang memancing bersama korban dikawasan tersebut, dengan memasukkan alat vitalnya ke dalam kemaluan korban yang merupakan anak di bawah umur.

“Tersangka terancam pidana penjara maksimal 15 tahun, sesuai dengan Pasal 81 ayat (3) Jo ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata Kapolresta Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri.

BACA JUGA:   Polisi Turunkan 48 Personel di Deklrasi Paslon Pilkada Kalteng

Adapun bunyi Pasal 81 ayat (1), yakni setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

(Hardi/Beritasampit.co.id)