Asik Olahraga Badminton, Set Terakhir Pria Ini Tiba-tiba Terkapar dan Meninggal Dunia

TAMIANG LAYANG – Seorang pria dari Dusun Katambung, Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur bernama Anggit (42) tiba-tiba tergeletak dan meninggal dunia saat olahraga badminton di gedung tertutup Desa Hayaping, Kecamatan Awang, pada Sabtu 19 September 2020.

Pemantau olahraga badminton saat itu, Markus Leleury mengatakan, bahwa Anggit (Almarhum) saat itu bermain single 2 set. Untuk set pertama ia berhasil menang, namun pada set kedua dengan selisih satu poin kemenangan, saat service tiba-tiba terjatuh pingsan.

Kejadian pingsannya Anggit tersebut membuat sontak terkejut seluruh penonton dan mencoba memberikan pertolongan dengan menggoyang badannya dan menepuk lengan dan kakinya.

BACA JUGA:   Breaking News : Si Jago Merah Mengamuk, 1 Rumah Jadi Arang

Namun, Anggit tidak tertolong lagi dan menghembuskan napas terakhir, dibuktikan dengan tidak ada respon, terlihat wajah pucat biru, napas tidak terdengar, denyut nadi dan jantung tidak ada.

“Saat pertandingan tersebut almarhum hanya minum air mineral botol tanggung dingin dari kulkas dan hal tersebut sudah menjadi kebiasaan para pemain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hayaping Krisnayadi mengatakan, untuk memastikan lebih lanjut maka segera diarahkan dibawa ke Puskesmas Kecamatan Awang terdekat yang hanya berjarak 350 meter, dari petugas medis menyatakan memang sudah meninggal dunia.

Akhirnya setelah beberapa jam di Puskesmas almarhum dibawa ambulans menuju rumahnya di Dusun Katambung.

BACA JUGA:   Kronologis Hilangnya Anak Berkebutuhan Khusus di Kebun Sawit

“Saya ikut merasa sedih yang dalam atas kehilangan kawan baik secara tiba-tiba, mudahan istri dan anaknya diberikan kekuatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Krisnayadi, bahwa di gedung tersebut memang rutin tiap malam dikunjungi para pemain dari beberapa desa. Kata dia, setiap main badminton almarhum selalu ditemani istri dan anaknya dan rutin almarhum main setiap hari Sabtu malam dan Selasa malam.

“Saya berharap agar para pemain Badminton di Desa Hayaping, betul-betul menjaga makan minum yang sehat dan jangan memaksa kondisi fisik diporsir berlebihan lebih baik tahan untuk istirahat dulu, agar tidak terjadi hal seperti ini,” tutupnya. (Udek/beritasampit.co.id).