Dari Rakyat oleh Rakyat dan Untuk Rakyat

Ibrahim

Seperti pidato mantan presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln mengatakan bahwa demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Hal itu tentunya juga berlaku bagi siapapun yang akan menjadi orang nomor satu di Kota Sampit,Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk empat tahun kedepan. Kabupaten Kotim sendiri memiliki luas wilayah 16.496 km² dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 373.842 jiwa pada tahun 2010 dan bertambah menjadi 414.463 jiwa pada tahun 2019. Dengan jumlah sebanyak itu apakah mampu memberikan pemerataan pendidikan, kesehatan, pembangunan, keamanan, kemaslahatan dan kepastian hukum.

Demokrasi di Indonesia sudah menjadi sistem dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Sehingga sistem kehidupan yang dijalankan oleh rakyat Indonesia adalah sistem demokrasi yang rakyat dan pemerintah tidak ada batasan dan sekat dalam membangun Indonesia yang lebih baik begitu pula di kabupaten dengan moto Bumi Habaring Hurung (bumi gotong royong) ini.

Di tahun 2020 ini menjadi sejarah dan saksi bahwa dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kotim memunculkan empat calon.

BACA JUGA:   Anekdot Pelajar Masa Pandemi Covid-19: Ulangan Bebas Nyontek Nilai Tertinggi Mentok 96

Sahnya ke empat calon bupati dan wakil bupati tersebut setelah pihak Komisi Pemilihan Umum setempat menetapkan nomor urut yang diselenggarakan di aula hotel Aqurius Boutique Hotel Sampit, Jalan Jenderal Sudirman.

Dari catatan yang ada, dari pengundian nomor urut calon bupati dan wakil bupati yakni pasangan H.Halikinnor- Irawati mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Suprianti-Arsyad mendapat urut 2, di ikuti HM Taufiq Mukri- Supriadi MT dengan nomor 3 dan pasangan Bercahaya atau M.Rudini Darwan Ali – H.Syamsudin mendapatkan nomor urut 4.

Tentunya setelah adanya penetapan nomor urut ini, calon bupati dan wakil bupati nantinya siapapun yang akan memenangkan kontestan Pilkada lima tahunan itu. Jangan sampai lupa bahwa sejatinya mereka berasal dari rakyat dan tentunya akan kembali kepada rakyat.

Bila berkaca kepada insfastruktur pembangunan yang di bangun oleh Bupati H. Supian Hadi, S.Kom. M.M beserta wakilnya H. Taufiq Mukri yang saat ini maju sebagai calon Bupati. Tentunya tantangan bagi bupati dan wakil bupati kedepan adalah menjaga yang sudah ada dan benar-benar memaksimalkan pemanfaatan nya.

BACA JUGA:   Anekdot Pelajar Masa Pandemi Covid-19: Ulangan Bebas Nyontek Nilai Tertinggi Mentok 96

Sejauh ini, masih banyak insfastruktur pembangunan yang belum benar-benar merata dan tentunya masyarakat sangat mendambakan hal itu. Seperti pembangunan jalan, adanya ketersediaan jaringan listrik dan jaringan internet.

Bila dilihat dari sudut pandang sosial. Sampai kini masih banyak kemiskinan, bukan hanya di daerah terisolir tetapi masyarakat di dalam kota pun masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan. Tentunya kedepan pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia harus benar-benar diperhatikan.

Jangan hanya mengaungkan milenial, UMKM, seniman di saat masa-masa Pildaka saja. Jika benar-benar ingin membawa perubahan mulailah dari sebelum masa-masa itu jangan hanya muncul disaat memerlukan saja.

Penulis bernama Ibrahim merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Habaring Hurung Sampit yang juga merupakan Ketua BEM.