Warga Terdampak Banjir di Katingan Sebanyak 29.000 KK Semua Mendapat Bantuan

PENYERAHAN BANTUAN : IST/BERITA SAMPIT - Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis di Desa Tumbang Bulan.

KASONGAN – Bencana banjir yang menerjang wilayah utara hingga selatan Kabupaten Katingan sampai 27 September 2020, Dampaknya sudah dirasakan sebanyak 29.000 kepala keluarga (KK).

Data tersebut dihimpun sejak banjir pertama kali terjadi di wilayah Kecamatan Katingan Hulu pada 12-27 September 2020 ini. Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Katingan Sunardi N.T Litang, mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah menjamin semua masyarakat yang terdampak banjir akan mendapat bantuan berupa sembako melalui instansi teknis terkait.

“Kita menjamin setiap kepala keluarga terdampak banjir mendapatkan jatah bantuan sembako,” tegas Sunardi N.T Litang saat memimpin penyerahan secara simbolis bantuan bahan kebutuhan pokok untuk warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kamipang dan Mendawai, Minggu 27 September 2020.

BACA JUGA:   Cegah Karhutla, BPBD Katingan Bentuk 875 Satgas Kebencanaan

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Katingan sudah berupaya maksimal memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir melalui Dinas Sosial (Dinsos). Namun yang harus dipahami masyarakat, bahwa bantuan tersebut memang tidak secepat kilat disalurkan.

“Agar masyarakat terdampak banjir tidak saling iri lagi, karena ada yang mendapat bantuan dan ada yang tidak. Namun tentunya bantuan sembako yang diberikan tidak serta merta langsung sampai ke penerima, sebab banyak tahapan administrasi  birokrasi yang harus dilewati,” jelasnya.

BACA JUGA:   BPD Bumi Subur Siap Kawal Program Pemdes Sesuai Aturan

Lebih lanjut ia menjelaskan, salah satu proses yang dilewati yaitu pendataan kepala keluarga terdampak banjir di mulai dari tingkat RT/Dusun, Desa hingga kecamatan. Pasalnya, pendataan sangat penting, sehingga untuk akurasi pendataan ini harus maksimal, sehingga tidak ada yang warga yang tertinggal.

“Kemarin kita sudah membagikan secara simbolis saja, karena tentu semua bantuan sembako itu banyak, tidak mungkin kita angkut semuanya dengan armada yang terbatas. Saya harap warga bersabar dan mempercayakan kepada jajaran pemerintah daerah di tingkat kecamatan dan desa,” pungkasnya. (Annas/beritasampit.co.id).