Rehab Jembatan Penunjang Ekonomi Masyarakat Desa Tinggal Satu Tahap

SAMPIT – Rehab jembatan Sei Babirah yang juga salah satu sasaran fisik kegiatan TMMD Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut juga mulai memasuki tahap akhir. Saat ini Satgas TMMD bersama masyarakat mulai melakukan pengecatan jembatan.

Dibandingkan dua jembatan lainnya yaitu jembatan Handil Gayam dan Handil Samsu, kondisi jembatan Sei Babirah memang tergolong masih baik. Sehingga rehab jembatan hanya dilakukan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan saja. Seperti beberapa bagian lantai jembatan, sedangkan untuk badan jembatan tidak sampai dilakukan pembongkaran.

BACA JUGA:   Warga 14 Desa Rasakan Manfaat Kegiatan TMMD

Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Czi Akmad Safari mengungkapkan, untuk pengecatan jembatan Sei Babirah ini lebih banyak melibatkan masyarakat. Yaitu dari 8 orang yang melakukan pengecatan, ada 5 orang dari masyarakat dan 3 orang dari TNI.

“Fungsi jembatan Sei Babirah ini sangat penting, karena merupakan urat nadi untuk menunjang perekonomian masyarakat. Jadi distribusi barang hasil pertanian dan perkebunan diangkut melalui jembatan ini,” terangnya, Kamis 1 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Seperti Keluarga, Anak-Anak Bermanja dengan Satgas TMMD

Desa Babirah merupakan salah satu desa yang menjadi lumbung beras di Kecamatan Pulau Hanaut dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebagian besar warga Desa Babirah bekerja di sektor pertanian. Hasil pertanian di desa ini biasanya dijual dan dipasarkan hingga ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. (Rls/beritasampit.co.id).