Pendapatan Pengemis di Sampit Rata-Rata Rp 300.000 Perhari, Kasat Pol PP Kotim Minta Masyarakat Jangan Beri Uang

ILHAM/BERITA SAMPIT - Manusia silver yang berada di perempatan lampu merah jalan HM. Arsyad Sampit, Kamis 02 Oktober 2020, disinyalir ini adalah modus baru cara pengemis agar bisa mendapatkan belas asih dari masyarakat.

SAMPIT – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengimbau pada seluruh masyarakat Kotim, Khususnya yang berada di Kota Sampit, untuk tidak membiasakan memanjakan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dengan memberikan uang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Pol PP Kotim, Rihel, mengatakan ada berbagai cara yang dilakukan oleh para pengemis ini, seperti berpura-pura menjadi manusia Silver, berjualan krupuk dengan memanfaatkan anak-anak, dan ironisnya lagi mengatasnamakan yayasan untuk pembangunan rumah ibadah, namun berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa.

“Kalau masyarakat ingin membantu, menurut saya yang tepat memberikannya ke yayasan sosial, seperti panti asuhan ada panti sosial lainnya. Jika kita membiasakan memberikan uang pada pengemis, akan membuat mereka manja dan malas sehingga tidak ingin bekerja, padahal kondisi fisiknya masih kuat untuk bekerja,” Jelas Rihel, Jumat 02 Oktober 2020.

BACA JUGA:   TNI AL Dukung Sukseskan TMMD Reguler ke-109

Sebagai instansi yang berperan dalam pengawasan, Satpol PP Pemda Kotim sudah sering kali melakukan penertiban, meski demikian walaupun sudah diberikan binaan bahkan dipulangkan ke tempat asalnya, tetap saja mereka ada yang kembali lagi karena merasa pendapatan mengemis di Sampit cukup menggiurkan.

“Dari catatan kami, rata-rata pengemis di Kota Sampit ini, pendapatan mereka mencapai Rp 200.000 sampai Rp 300.000 perhari, hanya dengan meminta belas asih masyarakat mereka bisa berpenghasilan sebesar itu, ini yang membuat mereka malas untuk bekerja dan terus berdatangan ke kota ini,” katanya.

BACA JUGA:   Maju Pilkada Kotim, Halikinnor Ingin Lebih Banyak Berbuat Membantu Masyarakat

Pemerintah Daerah sendiri terus berupaya melakukan pencegahan, namun peran masyarakat juga sangat penting membantu menekan keberadaan pengemis di Kota Sampit ini. ”Dengan tidak memberikan uang kepada para pengemis, sudah sangat membantu menekan keberadaan mereka di Kota ini,” pungkasnya. (Cha/beritasampit.co.id)