Faktor Alam Menjadi Tantangan TMMD di Kecamatan Pulau Hanaut

ILHAM/BERITA SAMPIT - Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Czi Akhmad Safari SH, saat melakukan pemotongan tumpeng dalam rangkankegiatan HUT TNI ke 75, bertempat di Aula Kodim 1015 Sampit, Senin 05 Oktober 2020.

SAMPIT – Faktor alam menjadi salah satu tantangan berat bagi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), wilayah Kodim 1015 Sampit, sebab untuk mengirim bahan material, tim juga harus berupaya keras menyeberangi sungai mentaya yang luas serta masuk anak-anak sungai agar bahan kebutuhan bangunan itu bisa mencapai dilokasi titik yang menjadi target pembangunan.

“Alhamdulillah TMMD berjalan baik dan lancar, hanya saja faktor alam menjadi hambatan kita, kemudian lebar sungai mentaya yang mencapai 1.2 kilometer itu cukup menghambat pengiriman material,” Ungkap Komandan Kodim 1015 Sampit, Letnan Kolonel Czi Akhmad Safari SH, senin 05 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Satgas TMMD Bangun Karakter Anak Negeri

Saat ini proses pembangunan menurut Akhmmad sudah mencapai 50 persen pada semua titik sasaran, bahkan ada juga yang hampir 90 persen selesai.

“Kita harapkan tepat waktu penyelesaiannya, tanggal 21 oktober di tutup, seluruh sasaran sudah selesai 100 persen,” tandasnya.

Sementara itu sekedar diketahui, untuk jenis jenis pembangunan TMMD berupa Mushola, Pos terpadu dan jembatan, dengan titik sasaran Desa Babira, Bapinang Hilir dan Bapinang Hulu yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

BACA JUGA:   Pemuda Pulau Hanaut Apresiasi Pelaksanaan TMMD Ke-109

Untuk jembatan dibangun secara bersamaan pada tiga desa tersebut, sedangkan mushola dan pos terpadu dibangun hanya Desa Bapinang Hulu.

(Cha/beritasampit.co.id)