Tidak Sabar Menikmati Infrastruktur Hasil TMMD

SAMPIT – Melihat progres yang signifikan pengerjaan infrastruktur yang menjadi sasaran fisik kegiatan TMMD Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, masyarakat sudah tidak sabar untuk menikmati hasil kegiatan tersebut.

“Saking terharu dan senang, rasanya ingin cepat-cepat selesai supaya bisa menikmati jembatan, musala dan pos terpadu hasil kegiatan TMMD ini. Saya sangat senang,” ucap Muhammad Rosidi warga Desa Bapinang Hilir dengan rasa haru.

Masyarakat memang sangat gembira ketika mengetahui desa mereka dipilih menjadi lokasi kegiatan TMMD tahun ini. Sudah lama mereka menantikan infrastruktur di desa dan kecamatan mereka itu diperbaiki karena kondisinya sudah rusak dan mengancam keselamatan.

BACA JUGA:   Hasil TMMD Diharapakan Bisa Sejahterakan Rakyat

Jembatan sangat dibutuhkan untuk kelancaran aktivitas masyarakat dalam bekerja, sekolah dan kegiatan lainnya. Selama ini semua itu cukup terkendala oleh kondisi jembatan yang rusak.

Warga harus berhati-hati saat melintas di atas jembatan karena khawatir terjadi kecelakaan. Petani juga harus membatasi muatan saat mengangkut hasil pertanian sehingga berimbas pada efektivitas kerja.

“Hampir 30 tahun jembatan kami ini belum diperbaiki makanya rusak. Alhamdulillah kami sangat senang karena TNI, khususnya Kodim 1015/Spt membantu memperbaikinya melalui kegiatan TMMD ini. Mudah-mudahan menjadi ladang pahala dan Kodim 1015/Spt semakin jaya,” kata Rosidi.

BACA JUGA:   Capaian Kegiatan TMMD di Pulau Hanaut Membuat Dandim 1015/Spt Bangga

Komandan Kodim 1015/Spt Letkol Czi Akhmad Safari optimistis target yang ditetapkan dalam kegiatan TMMD Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut, bisa dicapai 100 persen sebelum kegiatan berakhir.

Hingga saat ini kegiatan berjalan lancar. Dia sangat berterima kasih atas dukung seluruh masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa sehingga TMMD ini bisa berjalan lancar.

“Progres pekerjaan sekarang kita sudah 50 persen di semua sasaran, bahkan ada yang sudah hampir 90 persen. Saat ini pekerjaan terus digenjot agar selesai tepat waktu namun tetap mengedepankan kualitas,” kata Akhmad Safari. (rls)