Mahasiswa Langgar Protokol Kesehatan, Satgas Covid-19 Angkat Bicara

HARDI/BERITA SAMPIT - Mahasiswa saat melakukan aksi demostrasi di Kantor DPRD Kalteng.

PALANGKA RAYA – Pada masa pandemi Covid-19 ini mewajibkan setia orang mematuhi protokol kesehatan, bagi pelanggar bahkan dikenakan sanksi admistrasi dan sanksi sosial. Namun, bagi ratusan mahasiswa yang demonstrasi di Kantor DPRD Kalteng, Kamis 8 Oktober 2020, tampak protokol kesehatan tidak dapat berlaku.

Hal ini menuai tanggapan dari Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Emi Abriyani. Menurutnya saat ini masih di tengah situasi pandemi, jika mahasiswa melaksanakan aksi tersebut sebelum pandemi tentunya tidak menjadi masalah.

BACA JUGA:   Polda Kalteng Gelar Apel Kesiapan Personel dan Sarpras Bersama Korem 102/Pjg

“Hanya saja mereka para mahasiswa bersikeras tetap melaksanakan aksi tersebut, sehingga saya imbau agar mereka tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker pada saat melaksanakan aksi tersebut,” tuturnya.

Emi mengatakan, bahwa pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap aksi tersebut dari segi protokol kesehatan, dan melihat dari segi social distancing para mahasiswa tampak kurang. Ia mengimbau, pada saat menyampaikan pendapat harus memperhatikan waktunya.

BACA JUGA:   Optimis Menang, Ini Kata Ben-Ujang

“Terkait pemberitahuan aksi ini Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya menerima pemberitahuan terkait hal itu baik secara langsung atau secara tertulis. Sebenarnya Satgas sama sekali tidak mengizinkan hal tersebut, karena situasi masih pandemi Covid-19. Kalau mereka tetap melaksanakan aksi tersebut itu jadi tanggung jawab pihak berwajib,” tegasnya. (Hardi/beritasampit.co.id).