Sejumlah Suku Bangsa Indonesia Deklarasi Damai di Palangka Raya

M.SLH/BERITA SAMPIT - Massa pawai kebangsaan dan deklarasi damai saat membacakan tuntutan di Tugu Soekarno, Kota Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Sejumlah organisasi daerah melaksanakan pawai kebangsaan dan deklarasi damai, Rabu 14 Oktober 2020. Aksi itu bertajuk deklarasi damai Nusantara bersama Organisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), paguyuban dan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng).

Massa aksi pawai kebangsaan dan deklarasi damai berjalan kaki dari kantor KONI menuju Tugu Soekarno Jalan S. Parman Kota Palangaka Raya.

Organisasi dari berbagai suku daerah di Indonesia ini mengikuti pawai kebangsaan dan deklarasi damai dengan masing-maing memakai baju adat serta mempersembahkan tarian-tarian khas daerah.

BACA JUGA:   Antisipasi Kejahatan, Polsek Seruyan Hilir Rutin Lakukan Patroli

Sejumlah organisasi yang terlibat yaitu Fordayak, Batamat Gerdayak, Gepak, Lawung Bahang, Pasukan Borneo Bersatu, Pasukan Merah Bala Riwut Antang Patahu, LSR, KNPI, Laskar Perisai Nusantara, LP-KKP, Pemuda Pancasila, REOG FPK, Kuda Lumping.

Selain itu, terlibat juga dalam aksi, Sepeda Tua Pesat, Kosti Kalteng, Paguyuban Madura, Kerukunan keluarga Sulawesi Selatan Kalteng, Paguyuban Masyarakat Bali Kalteng, Paku Wojo, FPK, Kawanva, HIMMBI NTB, Yayasan Sinar Winata, Paguyuban Kuda Lumping, dan Pasukan Perajah Motanoi.

BACA JUGA:   Brimob Polda Kalteng Patroli di Objek Vital
M.SLH/BERITA SAMPIT – Massa pawai kebangsaan dan deklarasi damai saat berjalan menuju Tuguh Soekarno.

Pawai Kebangsaan dan deklarasi damai ini menuntut dan komitmen dengan beberapa poin demi keutuhan NKRI, yang terutama untuk Provinsi Kalimantan Tengah Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila.

Komitmennya yaitu, menjunjung tinggi kedamaian dan ketenteraman di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. Masyarakat Kalteng menolak anarkisme, menolak intoleran dan menolak vandalisme di Bumi Pancasila.

Selain itu, masyarakat Kalteng harus menjunjung tinggi kebersamaan persatuan dan kesatuan di dalam Humah Betang. (M.Slh/beritasampit.co.id).