Pantun Khusus untuk Sugianto Sabran di Rakercabsus

Man/BERITA SAMPIT – Pelantun ‘Seloka Pajri dan Sajak – Soekarno’, Mira Irawati saat menyambut kunjungan Calon Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

PANGKALAN BUN – Kunjungan Calon Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran pada acara Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDIP disambut alunan ‘Pantun Seloka dan Sajak Soekarno’. Sabtu 19 Oktober 2020

“Bismilah seloka ini ulun pantunkan – Dalam acara Rakercabsus PDI Perjuangan – Dihadiri Calgub wacabub serta rombongan – Ayo kita pilih beliau untuk membangun Kalteng Secara Signifikan,” ungkap Pajri saat satu alinea pantunya dialunkan.

“PDI Perjuangan sebagai partai Pengusung – Ditambah 7 Partai lagi bergabung untuk mendukung – Kalau semua mesin partai bergerak dan bergabung – Insya Allah pemilih mendukung tidak terbendung”,ujar Pajri yang mulai disorakin para hadirin yang hadir.

“Bapak Sugianto dan Bapak Edi Pratowo – Beliau berdua tidak diragukan lagi – Kita pilih Bapak Sugianto untuk yang kedua kali – Insya Allah Kalteng akan lebih berkah lagi”,ujar Pajri.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Resmikan 4 Jembatan Gantung di Pelosok Desa Dengan Tetap Disiplin Pakai Masker

“Bapak Sugianto jadi Gubernur luar biasa – Pembangunan infrastruktur dibangun dimana-mana – Memang wajib dilakukan untuk kedua kalinya – Untuk menjadikan Kalteng semakin berkah dan Berjaya”.

“Jangan ada pemilih yang nyiyir lagi – Dulu mengatakan Gubernur tidak ada bini – Sekarang beliau sudah dua kali babini – Babini artis dan sekarang Solehah pendamping setiap sehidup semati “,kata Pajri, yang kembali disambut lebih hangat tepukan hadirin.

“Jalan dan jemabatan Pangkalan Bun Kotawaringin Lama – Ada jalan laying membentang mempesona luar biasa – Ini salah satu jasa beliau yang ternama dan berguna – Kalau Gubernur lain belum tentu Jalan Layang ini ada tersedia “.

“Menangguk ikan kesungai buluh – Mendapat kakap dan udang galah – Tertangkup tangan jari sepuluh – Mohon maaf kalau ada yang salah”.

BACA JUGA:   Menuju PAUD Berkualitas, Pokja Bunda Paud Kobar Dikukuhkan

Setelah alunan pantun, juga tidak ketinggalan alunan sajak ( Karya Soekarno 10 September 1966 ), yang dialunkan ‘Srikandi PDI Perjuangan Kobar’, Mira Irawati Ahmad Raiansyah menggema. “Dedication Of Life”, kata Mira, yang disambut hening hadirin.

“Saya adalah manusia biasa. Saya dus, tidak sempurna. Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan”,kata Mira, yang suaranya cukup mantap.

“Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa. Itulah dedication of life-ku. Jiwa pengabdian inilah jadi falsafah hidupku. Saya nikmati dan jadi bekal hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini, saya bukan apa-apa. Akan tetapi, dengan jiwa pengabdian ini, saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat”, tegas Mira Irawati, yang disambut riuh tepuk tangan.

(man/Beritasampit.co.id).