Tinjau Bandara Baru di Barito Utara, Menhub: Konektivitas Mampu Menyatukan Bangsa

IST/BERITA SAMPIT - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau bandara baru di Barito Utara.

MUARA TEWEH – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya beserta Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dan Dirjen Perhubungan Udara menuju Bandara Haji Muhammad Sidik di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara menggunakan pesawat khusus Kings Air.

Di Bandara Haji Muhammad Sidik, Menhub Budi meninjau Bandara baru tersebut dan menggelar rapat di Ruang Tunggu Keberangkatan Terminal membahas rencana pengembangan runaway dan pembebasan lahan, yang juga diikuti Bupati Barito Utara, Kapolres Barito Utara, Dandim 1013/Mtw, dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Beringin Muara Teweh.

“Suatu keniscayaan yang Presiden inginkan bahwa daerah terluar harus dijangkau dengan konektivitas karena konektivitas diharapkan mampu menyatukan bangsa ini. Presiden selalu mengatakan transportasi itu peradaban, seperti bagaimana mendapatkan harga yang relatif murah dengan cara mengambil barang dari pusatnya. Saya pikir hal ini akan memajukan Barito Utara dan Murung Raya,” kata Budi Karya Sumadi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan, bahwa status lahan untuk runaway sepanjang 3 km sudah bebas dan tidak ada masalah. Dijelaskannya, daerah akan berkembang karena keberadaan Bandara memicu pertumbuhan banyak sektor. Oleh karena itu, lahan di sekitar Bandara (Kawasan Operasional Penerbangan), lingkup itu, dalam mengeluarkan izin bangunan betul-betul sesuai petunjuk Dirjen udara untuk bangunan di sekitar bandara.

BACA JUGA:   Danrem 102 Pjg: Saya Datang Ke Murung Raya Untuk Bersilaturahmi 

“Kita edukasi masyarakat agar menjaga lokasi obyek vital di sekitar Bandara. Area yang sudah dibebaskan agar dihibahkan ke Kementerian Perhubungan. Hal ini mencegah peruntukan lain jika berganti kepala daerah,” imbuh Lasarus yang memastikan bahwa pembangunan Bandara baru ini merupakan salah satu upaya pemerintah mempercepat kemajuan masyarakat di Kalteng.

Sementara itu, Plt. Gubernur Kalteng, Habis Ismail mengungkapkan, bahwa Bandara di Muara Teweh ini yang paling representatif di antara beberapa bandara di wilayah Barito. Mengingat posisinya yang berada di tengah, vandara ini bisa mempercepat alur transportasi ke wilayah-wilayah yang menjadi tujuan khususnya, antara lain ke Palangka Raya.

“Selamat Pak Bupati dan Jajaran Perhubungan Udara di Muara Teweh. Semoga dengan kunjungan ini memotivasi kita makin bisa berbuat untuk daerah kita tercinta Barito Utara dan Kalteng umumnya,” kata Habib Ismail.

Sementara itu, Bupati Barito Utara Nadalsyah menjelaskan bahwa Bandara ini sudah lama pembangunannya. “Sebelum saya jadi Bupati sudah ada awal pembangunan, akan tetapi agak melambat. Saya bertemu Presiden Jokowi dan melaporkan tentang pembangunan Bandara ini. Pada 2019, sudah ada kucuran dana untuk penyelesaian Bandara ini. Dan tahun 2020, pesawat sudah bisa landing dan take off. Kami atas nama pemerintah Barito Utara dan masyarakat Barito Utara mengucapkan terima kasih pada Bapak Presiden yang sangat merespon usulan kami menemui beliau di Istana waktu itu,” jelas Nadalsyah.

BACA JUGA:   KONI Sampaikan Kesiapan PON ke Pemprov Kalteng

Nadalsyah juga beterima kasih kepada Menhub yang telah cepat menindaklanjuti usulan ini, sehingga Bandara Haji Muhammad Sidik bisa segera digunakan. Katanya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara sedang mengadakan pendekatan dengan sejumlah maskapai, seperti Lion Air yang sudah meninjau bandara tersebut. Pihaknya pun saat ini masih menunggu jawaban maskapai tersebut.

Untuk meningkatkan perekonomian setempat, pihaknya juga berencana mengundang perusahaan-perusahaan pertambangan, perkayuan, dan perkebunan untuk turut meramaikan bandara tersebut nantinya.

“Kita akan mengedukasi masyarakat di Barito Utara, para pedagang kecil dari desa kelurahan, kecamatan. Kita ‘ajarin’ naik pesawat ke Jakarta. Kami ajarkan masyarakat berbelanja ke Jakarta, ke Tanah Abang, Mangga Dua, memilih barang dengan harga yang relatif murah untuk dijual kembali di desa, kecamatan, kelurahan dengan harga murah,” jelas Nadalsyah.

Seusai meninjau Bandara Haji Muhammad Sidik, Menhub dan rombongan dijadwalkan menuju Bandara Tabelian di Sintang, Kalimantan Barat untuk meninjau bandara dan menyampaikan paparan terkait pengembangan bandara. (Hardi/beritasampit.co.id).