Gugus Tugas Bartim Jelaskan Terkait Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19

IST/BERITA SAMPIT - Gugus Tugas Covid-19 Barito Timur saat mengevakuasi warga Desa Jaar yang ditemukan meninggal dunia, Rabu 21 Oktober 2020

TAMIYANG LAYANG – Tim gugus tugas penangaan covid-19 Barito Timur (Bartim) angkat bicara menginai proses pemakaman yang dilakukan secara protokol kesehatan terhadap warga daur Jeaar Kecamatan Dusun Timur yang ditemukan meninggal dunia di jalan menuju kebun, Rabu, 21 Oktober 2020.

Melalui Koodinator Bidang Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Barito Timur, Jimmi WS, sebelumnya korban dijadwalkan untuk menjalani swab test covid-19.

“Memang sudah dijadwalkan untuk swab namun beliau sudah meninggal dunia,” ungkap Jimmi di kantornya, Kamis 22 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Ekonomi Kerakyatan jadi Perioritas Bupati Bartim

Jimmy juga menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah, namun dia belum bisa memastikan penyebab korban meninggal dunia.

Lanjutnya, tidak ada pihak yang keberatan dengan pemakaman secara covid-19 yang dilakukan oleh gugus tugas, sebab tindakan tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan korban positif covid-19.

“Keluarga tidak keberatan karena ini demi kebaikan bersama dan memang sudah dijadwalkan untuk melakukan swab test,” terang Jimmi.

BACA JUGA:   Camat Awang Ajak Warga Patuhi Prokol Kesehatan

Dia menjelaskan, yang bersangkutan merupakan kontak erat dari pasien positif covid-19 di Desa Jaar. Saat ditemukan meninggal dunia, langsung dievakuasi oleh gugus tugas ke RSUD Tamiang Layang.

“Di rumah sakit diambil swab, kemudian dilakukan pemulasaran dan langsung dikuburkan secara covid-19 malam tadi dengan melibatkan TNI dan Polri,” jelasnya.

(udek/Beritasampit.co.id)