Pemprov Kalteng Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri.

PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri saat mewakili Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2020, bertempat di Aula Bappedalitbang, Jalan Diponegoro, Palangka Raya, pada Kamis 22 Oktober 2020.

Rakor ini mengusung tema ‘Optimalisasi Peran Stakeholder Dalam Peningkatan Validitas Data Terpadu Program Penanganan Masyarakat Miskin Terdampak Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah’.

Rakor Penanggulangan Kemiskinan ini sangat penting dan strategis guna membahas dan mencari solusi dalam menekan jumlah penduduk miskin di Kalteng. Oleh karena itu, kegiatan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19, seperti membatasi jumlah peserta kegiatan, pengukuran suhu tubuh sebelum memasuki ruang acara, dan tiap peserta rakor wajib menggunakan masker serta menjaga kebersihan tangan.

Kepala Bappedalitbang Provinsi Yuren S. Bahat mengemukakan tujuan diselenggarakannya rakor tersebut bertujuan untuk melaksanakan koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam penerapan strategi perencanaan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pada rakor disebutkan juga data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi, mengenai Angka Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pada bulan Maret 2020 sebesar 4,82 % atau 132,94 ribu orang miskin, dari data terakhir menunjukkan adanya kenaikan atau pertambahan penduduk miskin di Kalimantan Tengah sebanyak 0,01 persen dibandingkan data September 2019,” beber Plt. Gubernur melalui Sekda Kalteng.

Lebih lanjut disampaikannya juga rincian data persentase penduduk miskin Maret 2020 sebesar 4,82 persen (132,94 ribu orang) dan September 2019 sebesar 4,81 persen (131,24 ribu orang).

BACA JUGA:   Pimpin Apel Gelar Kesiapan Personel dan Sarpras, Ini Harapan Danrem 102/Pjg

Selain itu, disampaikan juga mengenai perubahan regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2010 yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan. Peraturan tersebut diganti dengan terbitnya regulasi baru Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2020 Tanggal 16 Juli 2020 tentang Tata Kerja dan Penyelarasan Kerja Serta Pembinaan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten/Kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng telah melakukan berbagai upaya strategi dan program dari tingkat nasional maupun daerah guna menanggulangi masalah kemiskinan. Upaya yang dilaksanakan antara lain berupa kebijakan subsidi pemerintah yang dinilai dapat meringankan beban masyarakat akan kebutuhan dasar.

Kebijakan tersebut berupa program perlindungan sosial seperti program Beras Sejahtera (Rastera), Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), Jamkesmas atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), Jamkesda yang dialokasikan di setiap Kabupaten /Kota, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beasiswa Kalteng BERKAH.

Berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mengenai isu Strategis dan Prioritas Nasional tahun 2021 dalam menghadapi dampak pasca Covid-19, Plt. Gubernur Kalteng menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan guna bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta unsur stakeholder terkait.

Pertama, Pemerintah Kabupaten/Kota memperkuat dan memfokuskan program dan kegiatan untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19, di antaranya dengan memprioritaskan dan meningkatkan bantuan sosial kepada masyarakat, seperti menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya kepada masyarakat yang tidak mampu dan tidak mempunyai penghasilan tetap.

BACA JUGA:   Masih Ditemukan Masyarakat Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Kedua, Bupati/Walikota segera membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sesuai amanat Permendagri Nomor 53 Tahun 2020.

Ketiga, hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Verifikasi dan Validasi (Verivali) bahwa Provinsi dan Kabupaten/Kota belum maksimal melakukan pengolahan data secara baik melalui aplikasi SEPAKAT (Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu), sehingga diharapkan program-program penanggulangan kemiskinan dapat menyasar target yang tepat dan meminimalisir terjadinya salah sasaran penerima manfaat.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Fahrizal Fitri mewakili Plt. Gubernur Kalteng juga menyerahkan Piagam Penghargaan atas Kinerja Kabupaten/Kota dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2020.

Penghargaan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu Penghargaan Hasil dari Tim Penilaian Kinerja Provinsi dan Penghargaan Umpan Balik atau Penilaian dari Sesama Kabupaten/Kota.

Pada rapat koordinasi tersebut, turut pula hadir secara virtual melalui konferensi video Perwakilan Setwapres RI – TNP2K Spesialis Koordinasi Pemerintah Pusat Edi Safrijal.

Selain itu, hadir juga di antaranya Wakil Wali Kota/Bupati Se-Kalimantan Tengah, Perwakilan Unsur Forkopimda Provinsi, Staf Ahli Gubernur Yuas Elko, Perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala BPS Provinsi Yomin Tofri, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Brigong, Plt. Kepala Dinas Sosial Ryan Tangkudung, Tim Percepatan Pembangunan Kalteng, Dewan Riset Daerah Provinsi, serta Kepala SOPD/Lembaga Vertikal Provinsi.

(Hardi/Beritasampit.co.id)