Kobar Masih Jadi Target Pencari Kerja dari Luar Daerah

ILUSTRAS/MAMAN WIHARJA

PANGKALAN BUN – Upaya pemerintah Kotawaringin Barat (Kobar) dalam mengentaskan kemiskinan terus dilakukan, salah satunya terus mendorong investasi Sehat di Kabupaten yang berjuluk Bumi Marunting Batu Aji.

Dengan masuknya investor yang bergerak di bidang perkebunan, peluang kerja bagi masyarakat terbuka lebar. Sayangnya dalam praktek dilapangan peluang tersebut belum maksimal dimanfaatkan dan direspon positif semua kalangan, sehingga angka pengangguran di Kobar masih terbilang cukup banyak.

Fakta yang mengejutkan berdasarkan penelurusan wartawan beritasampit.co.id peluang kerja ini malah banyak diambil para tenaga kerja di luar daerah.

Seperti diungkapkan salah satu pemuda yang mengaku baru datang dari pulau Jawa untuk mengadu nasib di Kalimantan.

BACA JUGA:   Perusak Habitat Ikan DAS Arut Berhasil Diciduk Satpol Air Polres Kobar

“Ini rombongan dari mana Pak,” tanya beritasampit.co.id

”Saya dari kabupaten Tegal, diajak bekerja di Kebun Sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat,”jawab salah seorang pemuda.

Ditempat yang sama, salah seorang temannya membantah halus. “Maaf pak, ini rombongan bukan mau bekerja di kebun sawit, kami ini semua mau bekerja di bagian proyeknya milik perusahaan kebun sawit,” kata Juhro (bukan nama sebenarnya).

Sebaliknya informasi yang dihimpun wartawan beritasampit.co.id. dari sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit atau perusahaan lainya yang beroperasi di Kobar selalu mengelukan untuk mencari tenaga kerja yang sudah ‘berpengalaman’ di Kobar terbilang sulit.

Tapi pengamatan beritasampit.co.id, hampir setiap tahun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupaten Kobar, sering menggelar ketrampilan kepada puluhan calon tenaga kerja, agar perusahaan di Kobar tidak mengambil tenaga dari luar Kabupaten Kobar.

BACA JUGA:   Bhabinkamtibmas Kawal Bantuan Sembako dari Pemprov

Tapi pada kenyataannya, diam-diam puluhan bahkan ratusan tenaga kerja dari daerah lain dengan mulus berdatangan ke Kabupaten Kobar.

Menurut informasi yang dihimpun, para calon pekerja ini masuk ke Kobar mlalui ‘calo’ alias perantara dan sistemnya tidak sekaligus paling banyak 10 atau 15 orang.

Semoga pemerintah daerah melalui dinas terkait melakukan pengawasan khusus di Bandara Iskandar Pangkalan Bun atau pelabuhan laut Kumai, yang petugasnya profesional. Semoga.

(Maman Wiharja).