Setubuhi Dua Wanita Sekaligus, Pemuda Ini Akhirnya Diringkus Polres Barut

IST/BERITA SMAPIT - Pelaku saat diamankan di Mapolres Barito Utara.

MUARA TEWEH – Seorang petani Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara berinisial Hgk (24) setubuhi anak dibawah umur, kini ia diamankan Polres Barito Utara.

Kelakukan bejatnya terungkap karena disinyalir ada dua perempuan yang dihamilinya, dan tak tanggung-tanggung waktunya pun nyaris bersamaan dilakukannya.

“Ya ada dua orang yang dihamili, dimana satu orang adalah pacarnya yang memang sudah cukup umur, dan satunya lagi masih dibawah umur,” ungkap Kapolres Barito Utara AKBP Dodo Hendro Kusuma SiK melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Tommy Palayukan kepada awak media, Senin 26 Oktober 2020.

Untuk sang pacar akan dinikahinya, sedangkan yang satunya lagi anak di bawah umur belum dikatahui. Untuk itu, orang tua sang anak minta tanggung jawab pelaku yang minta untuk dinikahi juga.

BACA JUGA:   Kabar Duka, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kobar Meninggal

“Kita tangkap pelaku, di Jalan Negara Muara Teweh lintas arah Kaltim Km 44 Desa Linag Buah pada Jum’at lalu sekitar pukul 15.00 WIB tanpa perlawanan,” kata Tommy lagi yang juga didampingi Kepala Unit PPA Ipda Sugiono.

Untuk korban berusia 15 tahun mengaku disetubuhi enam kali, sehingga hamil, dimana korban adalah juga warga Kecamatan Teweh Baru.

Saat ini Polisi telah memeriksa korban, dan beberapa barang bukti juga diamankan, seperti satu celana panjang levis warna biru milik korban, satu celana dalam wanita warna hitam lis orange milik korban, satu baju kaos warna putih dan satu BH warna pink milik korban.

BACA JUGA:   Berdalih Faktor Ekonomi, Pemuda ini Nekat Mencuri Motor

“Untuk pelaku atau tersangka Hgk langsung ditahan setelah diperiksa,” ucap Tommy.

Penyidik dari Unit PPA akan menjerat Hgk  dengan Pasal 81 ayat ( 2) jo pasal 82 ayat ( 1 ) UU RI Nomor/2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU RI Nomor 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. (shp/beritasampit.co.id).