Warisan TMMD untuk Masyarakat: Budaya Gotong Royong

SAMPIT – Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, menimbulkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat.

Selain hasil sasaran fisik yang dirasakan langsung sangat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari, semangat gotong-royong yang dicontohkan prajurit TNI selama kegiatan TMMD, menjadi peninggalan berharga bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Bapinang Hilir, Bahriansyah mengatakan, gotong-royong merupakan budaya masyarakat sejak dulu, namun mulai berkurang seiring perkembangan zaman.

Kehadiran prajurit TNI yang melaksanakan TMMD dengan metode gotong-royong, membuat semangat untuk melaksanakan budaya tersebut kembali menggelora. Itu terlihat dari semangat warga saat membantu pelaksanaan TMMD.

BACA JUGA:   Kapten Joko Bekali Para Pelajar Dengan Ilmu Pengetahuan

“Masyarakat kembali bersemangat untuk melaksanakan gotong-royong. Ini tentu sangat positif bagi desa kami. Mudah-mudahan semangat budaya gotong-rotong ini akan terus terjaga sehingga desa dan kecamatan ini semakin kuat dalam semua hal,” kata Bahriansyah.

TMMD Reguler ke-109 dilaksanakan di Desa Bapinang Hilir, Babirah dan Bapinang Hulu pada 22 September hingga 21 Oktober 2020. Sebanyak 150 personel dilibatkan terdiri dari anggota TNI, Polri dan masyarakat.

BACA JUGA:   Bupati Bartim Minta Camat dan Kades Rawat Jalan dari TMMD

Sasaran fisik yang dikerjakan terdiri dari perbaikan tiga jembatan dan satu mushalla serta pembangunan pos terpadu. Selain itu ada juga sasaran nonfisik yang telah ditetapkan untuk dicapai.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 1015/Spt yang telah melaksanakan TMMD di wilayah kami. Hasil kegiatan fisik dan nonfisik TMMD sangat bermanfaat besar bagi masyarakat kami untuk mencapai pembangunan dan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Bahriansyah. (rls)