Resmi Buka Pelatihan Jurnalistik Milenial, Ketua PWI Katingan: Bisa Menulis Disebut Berprofesi Sebagai Wartawan

PELATIHAN : ANNAS/BERITA SAMPIT - Peserta saat mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik milenial yang digagas Himpunan Pemuda Katingan dan Persatuan Wartawan Indonesia Katingan.

KASONGAN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Katingan, Aris Munandar, membuka secara resmi kegiatan pelatihan Jurnalistik Milenial dalam rangka Hari Sumpah Pemuda Ke-92, di aula kantor PWI Katingan, pada Rabu 28 Oktober 2020.

Pelatihan Jurnalistik yang digagas oleh Himpunan Pemuda Katingan (Hapakat) dan PWI Katingan tersebut diikuti sebanyak 22 orang peserta siswa-siswi tingkat SMA sederajat, dan menghadirkan narasumber wartawan senior dari media Kaltengpos Online, Jhoni Prianto. Materi yang disampaikan dasar penulisan berita sesuai dengan kode etik jurnalistik kewartawanan.

Turut hadir saat pembukaan kegiatan, Sekretaris PWI Katingan Suandi Trismayadi, Bendahara PWI Katingan Jeri, serta anggota PWI lainnya. Kemudian Ketua Hapakat Nirwansyah, beserta anggotanya dan tamu undangan yang hadir.

Ketua PWI Katingan, Aris Munandar, menyampaikan ucapan terimkasih kepada organisasi Himpunan Pemuda Katingan dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan jurnalistik bersama PWI Katingan.

“Kita dari PWI Katingan sebelumnya juga pernah melaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik ini, tetapi khusus pegawai negeri di lingkup pemerintah Kabupaten Katingan. Dan tahun ini khusus bagi kaum millenial yang di gagas Himpunan Pemuda Katingan,” ucapnya.

BACA JUGA:   "Dokter Zenith" Tumbang Bulan Dibekuk Polisi

Aris Munandar, menjelaskan, digelarnya kegiatan pelatihan khusus pemudi-pemuda tersebut bukan berarti peserta ini diharuskan menjadi wartawan. Tetapi paling tidak bisa mengetahui bagaimana dasar menulis pemberitaan yang baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik wartawan.

“Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta bisa menulis bahan-bahan berita dengan baik dan benar sesuai dengan kode etik jurnalistik. Apabila sudah bisa menulis, pastinya peserta sudah bisa disebut sebagai berprofesi sebagai wartawan. Meskin untuk menjadi wartawan harus mengikuti Uji Kompentensi Wartawan (UKW) untuk mendapakat sertifikat uji kompentesi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Hapakat, Nirwansyah mengatakan, terselenggaranya pelatihan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah dan dukungan dari PWI Katingan untuk memfasitilasi pelaksanaan kegiatan.

BACA JUGA:   Jhonie Prihanto Ajak Kaum Milenial Katingan Perangi Hoaks

Menurutnya, pelatihan ini merupakan agenda atau program Hapakat setiap tahun. Peserta selain mendapatkan sertifikat dan tidak kalah penting adalah ilmunya bagi peserta untuk memahani tentang dasar menulis berita, dan memahami tentang bagaimana dunia jurnalistik.

“Menjadi wartawan ini saya kira tidak gampang, karena harus mempunyai ujian dan mental yang kuat. Karena saya pernah ngobrol dengan teman-teman wartawan, bahwa untuk mendapatkan sertifikat wartawan tidak mudah. Salah satunya, harus melalui Uji Kompentensi Wartawan (UKW),” jelas Nirwansyah.

Perlu diketahui, selesai kegiatan pembukaan dilanjutkan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Ketua PWI Katingan dan Ketua Hapakat. Lalu, dilanjutkan dengan materi pelatihan dasar menulis berita yang disampaikan oleh narasumber yang merupakan wartawan senior dari media Kaltengpos Online, Jhoni Prianto. (Annas/beritasampit.co.id).