Dekan FKIP PGRI: Mahasiswa Memiliki Peran Kepengawasan Dalam Kontes Pemilu

IST/BERITA SAMPIT - Dekan FKIP PGRI Palangaka Raya, Kukuh Wurdianto, M.Pd.

PALANGKA RAYA – Dalam melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang hampir dilaksanakan di seluruh Indonesia terkhususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan diselegarakan serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat tentu memiliki peran dan fungsinya sebagai pengawas.

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Palangaka Raya (UPGRI PLK) Kukuh Wurdianto, M.Pd. “Mahasiswa memiliki peran kepengawasan dalam kontestasi akbar ini, mereka bisa mengambil tanggung jawab besar dalam menyukseskan Pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan,” ungkap Kukuh Wurdianto saat dimintai keterangan oleh awak media melalui WatsApp, Senin 26 Oktober 2020.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa dalam melaksanakan pengawasan, seorang mahasiswa secara tidak langsung melakukan pengabdian terhadap masyarakat yang merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

BACA JUGA:   Arton Tegaskan Kader PDIP Wajib Menangkan Sugianto-Edy

“Sebagai pemantau, Mahasiswa juga memiliki peran pada jalannya proses pelaksanaan pilkada, melihat dan melaporkan kecurangan yang terjadi baik yang dilakukan oleh peserta kontestasi maupun yang dilakukan oleh penyelenggara dalam menegakan prinsip kejujuran dan keberanian sangat diperlukan dalam melakukan bagian yang satu ini,” ujarnya.

Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya ini mengatakan, sebagai pemilih sama seperti masyarakat lain, mahasiswa juga memiliki hak pilih dalam hal ini, mahasiswa harus menggunakan hak pilihnya secara maksimal, memberikan sumbangsih suara untuk menentukan Kepala Daerah 5 tahun kedepan.

“Jangan sampai mahasiswa memberikan contoh negatif kepada masyarakat dengan cara Golput, justru dalam momentum ini mahasiswa harus merangkul masyarakat lainnya untuk menggunakan hak pilihnya, mahasiswa hendaknya menjalankan fungsinya sebagai Ageng Of Change (Agen Perubahan),” pungkasnya.

BACA JUGA:   PLT Gubernur Kalteng Ajak Anak Muda Mengisi Kemerdekaan Dengan Kegiatan Positif

Kuku Wurdianto pun mejelasakan, mahasiswa sebagai kaum intelektual hendaknya bisa mengedukasi masyarakat, memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat dalam menghadapi Pilkada tahun ini, penyebaran berita hoak menjadi hal yang urgent untuk diantisipasi.

“Semangat dalam menjalankan proses demokrasi ini tidak luntur dan padam, semoga pilkada tahun ini berjalan dengan baik dan lancar, sehingga hasil dari kontestasi akbar ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah dan berkualitas seperti yang diharapkan masyarakat,” ucap Kukuh. (M.Slh/beritasampit.co.id).