Pembelajaran Tatap Muka: Gunakan Kurikulum Darurat Hingga Pembatasan Jumlah Siswa

KOMPAK : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim Supian Hadi (kiri) terlihat kompak dengan Kepala Disdik Kotim saat menghadiri Konferensi Kabupaten PGRI Kotim, belum lama tadi.

SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi secara resmi telah mengeluarkan surat edaran proses pembelajaran tatap muka jenjang SD/MI-SMP/MTs di tengah pandemi Covid-19.

Ada beberapa poin yang perlu diketahui dalam isi surat edaran tersebut diantaranya, sekolah hanya menggunakan kurikulum darurat yang berlaku selama satu tahun pelajaran 2020/2021 bahkan pembatasan jumlah peserta didik (siswa) di dalam kelas.

“Untuk jumlah peserta didik dalam satu kelas maksimal  50 persen,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi kepada wartawan beritasampit.co.id, via telepon, Kamis 29 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Warga Bersyukur Atas Program TMMD di Desa Bapinang Hilir

Dijelaskannya, mekanisme dalam satu kelas khusus jenjang SD sebanyak 16 orang sedangkan jenjang SMP sebanyak 18 orang. Disamping itu, lanjutnya, jarak antara peserta didik diwajibkan 1,5 meter.

Selain itu, tambah Suparmadi, pembelajaran dilakukan menggunakan sistem 2 shit dengan jarak 60 menit per shit.

“Aturan itu tidak mutlak melainkan menyesuaikan dengan jumlah banyaknya peserta didik di satuan pendidikan masing-masing,” tegas Suparmadi yang juga menjabat Penjabat Sekda Kotim ini.

BACA JUGA:   Pembangunan Pos Terpadu Mulai Tahap Penyiapan Atap

Sedangkan waktu pembelajaran tatap muka, lanjutnya, untuk jenjang SD hanya 15 menit per jam pelajaran dan jenjang SMP hanya 20 menit per jam pelajaran.

“Yang jelas, surat edaran ini berlaku sejak 2 Nopember 2020 dan dapat dilakukan perubahan dengan memperhatikan kondisi perkembangan penanganan covid-19 di Kotim,” tandasnya. (ifin/beritasampit.co.id).