Karungut Dikenal Dunia Internasional Karena Pemuda Palangka Raya Ini

IST/BERITA SAMPIT - Rinky Suriyabdy.

PALANGKA RAYA – Rinky Suriyabdy penyanyi karungut asal Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah ternyata sudah go internasional. Dia sangat bangga perkenalkan lagu tradisional khas dari Kalimantan Tengah tersebut kepada orang-orang di Luar pulau Kalimantan.

Bahkan, lagu karungut sudah pernah dilantunkan pemuda Kalteng ini di luar negeri (Australia) pada Desember tahun lalu, dalam acara Brisbane, Australia, Woodfork Folk Festival 2019/2020.

“Untuk karungut sendiri saya otodidak dan tidak pernah diajari siapapun, namun saya sangat senang mendengar orang-orang untuk melantunkan karungut tersebut sebelum saya mempelajarinya. Untuk orang yang memberikan motivasi yaitu ayah saya sendiri, karena sejak saya kecil ayah saya sering mendengarkan saya lagu daerah (karungut),” kata Rinky.

BACA JUGA:   Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Awasi Penerapan Prokes Kegiatan Masyarakat

Rinky mengungkap selama pandemi ini jobnya berkurang, karena mahasiswa seperti dirinya yang penghasilannya bergantung dari profesi menyanyi. Dia merupakan penyanyi karungut untuk mengisi tarian, maka jika job tari tidak ada maka job untuk menyanyi karungut pun tidak ada.

“Untuk genre lagu saya tidak pernah memilih untuk sebenarnya, namun jika berkaitan dengan memperkenalkan budaya saya sangat bangga,” ucapnya.

Rinky menjelaskan, untuk saat ini perkembangan lagu daerah di Kalimantan Tengah sudah lumayan meningkat, karena saat ini dipermudah dengan adanya Sosial Media, jadi untuk seniman yang ingin memperkenalkan atau launching karyanya, baik lagu daerah ataupun karya lainnya, dapat dengan mudah diakses dengan adanya sosial media tersebut.

BACA JUGA:   Bamsoet Terus Gelorakan Semangat Kebangsaan Melalui Empat Pilar MPR RI

Rinky berpesan kepada remaja Kalteng jangan pernah malu untuk mendengarkan atau mempelajari lagu daerah seperti Karungut.

“Karungut bukan lagu daerah yang norak kok, bahkan sekarang Karungut bisa di remix dengan DJ atau genre musik lainnya, jadi selalu dukung karya lokal agar terus selalu maju dan jangan sampai karya asli daerah direbut oleh orang dari luar dan baru berkoar-koar untuk merebutnya kembali,” tuturnya. (Hardi/beritasampit.co.id).