Bikin Obyek Wisata Buaya, Halikinnor : Sangat Menjanjikan Buka Peluang Usaha Masyarakat Hanaut

ILHAM/BERITA SAMPIT - Calon Bupati Kotim, Halikinnor, bersama warga Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Pulau Hanaut, Minggu 01 November 2020.

SAMPIT – Obyek wisata buaya di Kecamatan Pulau Hanaut, menjadi ide Halikinnor dalam upaya mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kabupaten Kotawarigin Timur (Kotim), selain akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, namun dengan menjadi kawasan wisata, bisa mengurangi ancaman buaya terhadap manusia di wilayah itu.

“Kita semua tahu adanya ancaman buaya disini, bahkan sudah banyak korban yang di sambar. Untuk itu lebih baik kawasan Habitat buaya ini kita bikin menjadi obyek wisata alam, sehingga buaya tidak lagi sampai kepemukiman. Saya yakin jika terwujud, pasti sangat menguntungkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat disini,” kata Halikinnor, dalam kampanye dialogis di sejumlah Desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Minggu 01 November 2020.

ILHAM/BERITA SAMPIT – Calon Bupati Kotim, Halikinnor, dibonceng menaiki sepeda motor menuju Desa-Desa di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Minggu 01 November 2020.

Mungkin ide Pasangan Calon nomor urut 1 ini terdengar sedikit aneh, namun jika ini bisa terwujud dan dilaksanakan, wisata alam yang menantang ini akan mampu memikat bukan hanya wisatawan dalam negeri untuk berkunjung, tapi juga wisatawan dari luar negeri.

BACA JUGA:   Pelajar SMP 3 Pulau Hanaut Dapat Latihan PBB Dari Tim Satgas TMMD

“Jika Wisatawan banyak berkunjung kesini, pertama mereka pasti menggunakan sarana transportasi perahu milik masyarakat disini, kemudian yang berjualan makanan seperti ayam mentah untuk umpan memberi makan buaya akan banyak yang beli. Ini sudah membuka keuntungan ekonomi masyararat sekitar,” jelasnya.

Halikin mengungkapan, salah satu wilayah yang potensial untuk diolah menjadi obyek wisata buaya ini adalah pulau lepeh. Pulau kecil yang menjadi habitat hewan berdarah dingin itu, yang mana posisinya berada diantara Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.

Pulau Lepeh ini sejak dulu dikenal sebagai habitat buaya, sehingga bukan hal yang aneh bagi penduduk setempat jika sering berpapasan dengan hewan buas itu.

BACA JUGA:   BREAKING NEWS : Di tengah Hujan Lebat, Api Lalap Pasar Sejumput Baamang

Populasi buaya di pulau itu diperkirakan masih cukup banyak, sebagian besar dihuni oleh jenis buaya muara, pastinya sangat sulit untuk menangkapnya di tengah Sungai Mentaya yang luas.

Dengan adanya wisata buaya dengan cara memberi makan hewan itu, menjadi satu solusi mencegah buaya merambah ke pemukiman dan mengancam warga.

“Kita bikin sebagus mungkin tempatnya sehingga lebih menarik. Saya yakin kalau ada niat pasti terwujud. Buaya ini biasanya ada waktu-waktu dia makan, saat itulah kita beri umpat ditempat tertentu sehingga perlahan mereka terbiasa mendapatkan makan. Di lokasi itu yang nantinya bisa kita jadikan wisata buaya,”tutup Halikin.

(Cha/beritasampit.co.id)