Fairid Naparin Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarat

M.Slh/BERITA SAMPIT - Wali kota Palangka Raya Fairid Naparin saat diwawancara oleh awak Media Saah Mengahadiri Pelatihan manajemen Homestay Pondok wisata rumah wisata dan rumah pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya komitmen dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Pangka Raya.

Seperti yang dilakukan pemkot Palangka Raya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemuda olahraga (Disparbudpor) kota Palangka Raya yang menggelar Pelatihan manajemen Homestay Pondok wisata rumah wisata dan rumah pelatihan pemandu wisata kuliner dan belanja Kota Palangka Raya.

Wisata alam memiliki daya tarik sendiri, sehingga diperlukan pengelolaan wisata yang mampu menjawab tantangan di era globalisasi.

BACA JUGA:   Unjuk Rasa Batal, Polisi Tetap Berjaga

Walikota Palangka Raya Fairid Naparin mengakui perkembangan objek wisata di Palangka Raya semakin tahun semakin membaik. Ia bahkan mencotohkan beberapa tempat wisata yang sudah menerapkan Homestay, seperti sungai Gohong, Taman wisata Alam Kereng Bangkirai .

Kendati demikian, ia mengajak pelaku usaha untuk tetap mengikuti prosedur dalam menjalankan usahanya. Ia juga menegaskan komitmen dari pemkot dalam membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Saat ini sedang konsentrasi, kita sekarang komitmen untuk menggairahkan memotivasi lagi yang selama setengah tahun masyarakat kita ini tidak bisa beraktivitas,” katanya.

BACA JUGA:   Dalam Pembagian BST, Polisi Ingatkan Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Seperti diketahui sejak pertengahan Maret lalu, pemerintah daerah menutup semua objek wisata dalam rangka memutus mata rantai pandemi covid-19.

Setelah melihat kondisi penanganan pandemi COVID-19 yang mulai membaik, sekaligus untuk mendukung pemulihan ekonomi, pemerintah daerah mengambil keputusan untuk kembali membuka objek-objek wisata.

Meski begitu para pengunjung dan pengelola objek wisata diminta wajib mematuhi protokol kesehatan agar tidak muncul penularan COVID-19, apalagi sampai menimbulkan kluster baru di objek wisata.

(M.Slh/Beritasampit.co.id)