Wujudkan Kurikulum Kampus Merdeka, UMP Akan Uji Coba Pertukaran Mahasiswa dan Dosen

IST/ BERITA SAMPIT - Ketua Prodi Ilmu Adminitrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Irwani S.Sos M.A.P.

PALANGKA RAYA – Untuk mewujudkan Kurikulum Kampus Merdeka, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) mencoba mengaplikasikan dengan melakukan uji coba pertukaran mahasiswa dan dosen, sesuai yang sudah disepakati dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UMP, Dr. H. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P melalui Ketua Prodi Ilmu Adminitrasi Negara, Irwani S.Sos., M.A.P. Dia mengatakan, dosen UGM diminta pihaknya untuk mengajar di kelas yang diikuti mahasiswa UMP.

Selain UGM, uji coba ini dilakukan juga dengan dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). “Ada satu dosen yakni, Dr. Sri Yunanto, beliau juga adalah staf ahli Presiden Bidang Birokrasi,” kata Irwani di Palangka Raya, Rabu 4 November 2020.

BACA JUGA:   Gubernur Kalteng Beserta Istri Coblos di TPS 02 Dengan Disiplin Protokol Kesehatan yang Ketat

Irwani yang juga kandidat Doktor ini menyebutkan, bahwa mahasiswa yang mengikuti uji coba pertukaran mahasiswa belajar dengan dosen yang ada di UMJ ini ada satu kelas, dengan jumlah 20-30 orang.

Selain adanya pertukaran dosen dan juga mahasiswa, pihaknya juga melaksanakan pendampingan mahasiswa ini sejak dari awal mahasiswa masuk di Jurusan Administrasi Negara. Sehingga harapannya diakhir semester, mahasiswa ini sudah memiliki bekal pengalaman yang banyak terkait dengan penelitian ilmiah sebagai kewajiban para mahasiswa di akhir studinya.

BACA JUGA:   Kabid Humas Kalteng Jalin Sinergitas Bersama Insan Pers

“Kita juga melakukan langkah-langkah untuk mendorong mahasiswa dengan menjadi bagian dalam proses pembelajaran, sehingga dosen dapat mengajar dan memberikan tugas terstruktur,” tambahnya.

Kemudian, UMP juga bekerjasama dengan Konsultan Perguruan Tinggi (KPT), dimana KPT akan memberikan fasilitas terkait dengan para karyawan atau ASN yang ingin melanjutkan studi, namun terkendala dengan waktu regulernya. (M.Slh/beritasampit.co.id).