Cerita Menarik Para Pendongeng Saat Musim Pandemi

Hardi/BERITA SAMPIT - Nia (kanan) dan Riethma (kiri) saat berpose bersama bonekanya

PALANGKA RAYA – Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah kembali melaksanakan kegiatan mingguan yaitu Inovasi Literasi pada hari Rabu 11 November 2020 sekira pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB.

Kegiatan itu bekerjasama dengan Euroweek Indonesia dengan tema hari ini Story Teller, dalam acara tersebut menghadirkan beberapa pendongeng seperti Riethma dan Nia berserta Chika (nama boneka yang dipakai oleh Nia untuk mendongeng)

Dalam kesempatan itu Nia bercerita tentang kegiatan para pendongeng saat pandemi covid-19, ia mengatakan pandemi juga merubah interaksi para pendongeng seperti biasanya dilakukan secara tatap muka dimasa pandemi para pendongeng juga melakukan pertemuan via daring.

“Saya pribadi mendongeng dimasa pandemi saat ini tidak secara langsung, akan tetapi melakukannya secara daring bersama teman-teman,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Damkar Kejari Palangka Raya Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

Nia menambahkan untuk mendongeng secara langsung itu terakhir kali dilakukan sekitar 6 bulan lalu, dan saat ini baru pertama kali manggung secara langsung disaat pandemi covid-19.

Nia menjelaskan pada saat mendongeng, dirinya sering menggunakan boneka sebagai media untuk mendongeng dan para pendongeng memiliki karakter masing-masing ada yang menggunakan boneka dan ada yang tidak.

Di tempat yang sama Riethma juga menjelaskan terkait dalam hal mendongeng, dirinya dalam hal mendongeng itu terkadang menggunakan media boneka untuk bercerita, dan terkadang juga tidak menggunakan boneka tetapi menggunakan tutur kata saja.

“Karena setiap pendongeng itu memiliki ciri khasnya masing-masing ada yang menggunakan boneka dan ada juga yang tidak. Selain itu juga kami dalam memberikan dongeng juga merasakan gugup juga, akan tetapi karena sudah biasa dibawa santai saja,” kata Riethma.

BACA JUGA:   Peletakan Batu Pertama Gedung Paviliun Dhira Jaya Rumah Sakit Polda Kalteng

Nia menambahkan dalam hal berdongeng itu semua orang bisa mendongeng, akan tetapi karena sudah biasa dan pengalaman untuk sering mencoba bersama teman-teman, keluarga, dan saudara sehingga muncul kepercayaan dirinya. Selain itu Riethma juga memperkenalkan grup Relawan Berkisah, yang dimana di grup itu bisa saling tukar informasi terkait bahan untuk mendongeng.

Di Relawan Berkisah itu terdiri dari 13 orang yang dimana para anggotanya dari berbagai macam profesi kebanyakan dari guru, ada penulis, dan ada juga yang swasta.

(Hardi/Beritasampit.co.id)