Dilaporkan Tim Ben-Ujang ke Bawaslu, Sekda Kalteng Siap Jika Diminta Keterangan

WAWANCARA : M.SLH/BERITA SAMPIT - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri saat diwawancara awak media.

PALANGAKA RAYA – Tim Sukses Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) nomor urut 1 (satu), Ben – Ujang melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalteng dan Sekretaris Daerah Kalteng kepada Bawaslu.

Laporan dugaan menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang dianggap menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon ini, karena Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri membuat surat Nomor 411.1/829/DPMDES/X, tanggal 9 Oktober 2020, perihal permintaan data Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa serta nomor rekening kas desa.

Menanggapi pelaporan ini, Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri menyatakan belum menerima surat dari Bawaslu. Ia menyatakan siap jika diminta keterangan tentang surat yang merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Kalteng tersebut. Sebab menurutnya, surat itu atas nama jabatan Gubernur Kalteng bukan atas nama orang.

BACA JUGA:   Kapolres Seruyan Sambangi Ketua LDII Seruyan

Fahrizal Fitri menjelaskan, bahwa terkait dengan substansi ketentuan, memang pihaknya diperkenankan untuk memberi bantuan kepada kabupaten ataupun desa dan materinya sampai saat ini pihaknya masih belum melakukan distribusi terhadap dana bantuan itu.

“Bantuan itu wajar diberikan kepada perangkat desa, nanti dilampirkan SK kepengurusannya mulai dari desa dan unsur di bawahnya, terus BPD, terus unsur-unsur bawahnya terkait anggaran,” tuturnya saat diwawancara di kantor DPRD Provinsi Kalteng, Rabu 11 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Kapolsek Hanau Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Terkait anggaran, kata Fahrizal, telah menyepakati struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar 4,8 turun, karena memang pertama transfer pusat turun terus Pendapat Asli Daerah (PAD) turun juga karena memang kondisi perekonomian minus 3,12 APBD kalau di Nasional turun 3,49.

“Kita akan mendorong stimulan-stimulan kepada UMKM dan adanya kebijakan relaksasi membuka objek-objek wisata. Intinya saya akan menunggu dari Bawaslu,” ucap Fahrizal. (M.Slh/beritasampit.co.id).