DPRD Dukung Eks Lokalisasi Kalimati Jadi Desa Santri

IST/BERITA SAMPIT - H Dicky Zulkarnaen.

PANGKALAN BUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat mengapresiasi pemerintah daerah yang akan mengubah eks Lokalisasi PSK Kalimati menjadi sebuah Desa Santri. Hal tersebut dikatakan H Dicky Zulkarnaen dari Fraksi Partai Nasdem DPRD Kobar, saat dikonfirmasi beritasampit.co.id Jumat, 13 November 2020.

“Jadi Desa Santri, harus terealisasi karena dicanangkannya eks Kalimati yang ada di desa Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan menjadi desa Santri, selain bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap wilayah eks Kalimati juga pembangunan Pondok Pesantren di Kobar akan semakin berkembang,” kata Dicky.

Menurutnya, Lokalisasi Kalimati di desa Pasir Panjang, sejak lama ditutup, meski keberadaannya tidak pernah di legalkan oleh pemerintah daerah, hal itu membuktikan bahwa Kabupaten Kotawaringin Barat telah berkomitmen harus bebas prostitusi, sehingga tempat tempat yang di jadikan sebagai prostitusi pun di tutup.

BACA JUGA:   Terima Kasih Didik Setya Nugroho, Selamat Bertugas Rudy Kurniawan

“Kami sangat mengapresiasi langkah yang di ambil oleh ibu bupati yang akan menjadikan eks Kalimati menjadi desa santri, hal seperti itu, Kurang lebih sama tujuannya dengan langkah yang dilakukan walikota surabaya bu Risma yang mengubah eks dolly menjadi sentra pasar burung dan batu akik, yaitu merubah citra suatu tempat atau lingkungan dari negatif menjadi positif,” ujar H. Dicky Zulkarnaen.

Ia mengharapkan, agar wacana yang direncanakan oleh Bupati Kobar dapat segera direalisasikan pada tahun depan, dan diharapkan juga wacana itu harus mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar juga.

BACA JUGA:   OFI Berikan Edukasi Tentang Orang Utan Melalui Daring

“Selama ini masyarakat kita begitu mendengar nama Kalimati, yang tersirat wilayah yang negatif, tetapi kedepannya masyarakat tidak lagi berpandangan negatif atas keberadaan eks Kalimati, karena disana akan menjadi desa Santri, kami berharap masyarakat harus mendukung, sehingga akan sangat bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan, terutama pendidikan akhlak dan agama, ” imbuh Dicky.

Dijelaskannya, dengan terciptanya desa santri di eks Kalimati, selain mengubah pandangan negatif masyarakat, hal itu juga sebagai wujud bahwa Pemerintah Daerah Kobar begitu memperhatikan perkembangan pendidikan yang membentuk akhlak.

(man/beritasampit.co.id).