Pesan Syarief Hasan Kepada Pecinta Angklung: Tekun, Sabar Dan Berani Berkorban

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan Saat Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada Sanggar Seni Soa Sound of Angklung pimpinan Andi Aji Sentiatana di GOR Bulu Tangkis Panaragan Penggilingan, Kelurahan Panaragan Penggilingan, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (18/11/2020). Dok: Istimewa

BOGOR— Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan bahwa seni budaya tradisional peninggalan nenek moyang merupakan salah satu ciri sebuah bangsa yang harus dilestarikan.

Demikian disampaikan Syarief Hasan kepada para pecinta seni budaya Angklung saat acara sosialisasi Empat Pilar MPR yang bekerjasama dengan Sanggar Seni Soa Sound of Angklung pimpinan Andi Aji Sentiatana di GOR Bulu Tangkis Panaragan Penggilingan, Kelurahan Panaragan Penggilingan, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Rabu (18/11/2020).

Menurut Syarief, untuk menjaga dan melestarikan seni budaya peninggalan nenek moyang tersebut tidakidak mudah. Perlu ketekunan, kesabaran serta berani berkorban.

“Salah satu tantangan terbesar dalam upaya mempertahankan seni budaya peninggalan nenek moyang adalah mengenalkan hasil cipta rasa dan karsa itu kepada generasi muda,” ujar Syarief.

Untuk itu, politikus Demokrat bilang butuh kreativitas, supaya generasi Millenial tertarik dan menyukai seni budaya nusantara.

BACA JUGA:   Bamsoet DukungĀ Gerakan Nasional Kembali ke Masjid dengan Sejuta Sajadah Pelindung Covid-19

Syarief mengatakan bukan pekerjaan mudah untuk mencintai seni budaya sendiri. Karena selain ketekunan, dibutuhkan juga inovasi, supaya menarik golongan muda-mudi masa kini.

“Karena itu, saya mengapresiasi dan mendukung penuh upaya-upaya merawat dan mempertahankan seni budaya tradisional khususnya Angklung,” ujarnya.

Syarief Hasan pun mendoakan, kerja keras sanggar Seni Soa Sound of Angklung dalam merawat kesenian akan memberi hasil. Bukan tidak mungkin, berkat kerja keras Sanggar Seni akan lebih populer hingga ke luar negeri. Apalagi, orang asing kerap menyukai peninggalan-peninggalan kuno, tak terkecuali seni budaya tradisional Angklung.

“Semoga usaha ini diberi kemudahan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Mudah mudahan, kesenian Angklung, ini bisa tetap lestari selama-lamanya,” tandasnya.

BACA JUGA:   Pengrajin Tahu Tempe Mogok Kerja, Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Harus Intervensi Pasar

Sebelumnya, pimpinan Sanggar Seni Soa Sound of Angklung Andi Aji Sentiatana meminta dukungan dari pimpinan MPR RI, agar pihaknya bisa mendapat kemudahan dalam menjaga dan merawat kesenian tradisional Angklung tersebut. Keinginan itu muncul, karena generasi Millenial yang mencintai kesenian tradisional tersebut semakin sedikit.

“Ke depan kami berharap Pak Syarief berkenan membimbing kami, apa yang sebaiknya dilakukan agar kesenian Angklung semakin maju, disukai generasi Millenial, bukan hanya di Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga generasi muda dari manca negara,” kata Andi Aji Sentiatana penuh harap.

Saat ini kesenian Angklung sudah diakui oleh Unesco sebagai peninggalan seni budaya Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan pada 16 November 2010, bertepatan dengan pelaksanaan Sidang UNESCO dI Nairobe, Kenya.

(dis/beritasampit.co.id)