Sosialisasi Pencegahan NAPZA Harus Dilakukan Secara Terus Menerus

Hardi/BERITA SAMPIT - Kepala Bidang Identifikasi dan Rencana Intervensi Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) Septi Elliza saat selesai memberikan materi

PALANGKA RAYA – Dalam kegiatan kampanye sosial dan sosialisasi program rehabilitasi sosialpenyalahgunaan napza provinsi kalteng yang dilaksanakan di Taman Budaya di Jalan Temanggung Tilung XIII, dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial RI, Kepala Bidang Identifikasi dan Rencana Intervensi Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) Septi Elliza, Jumat 20 November 2020.

Saat ditemui oleh wartawan Berita Sampit, Septi menjelaskan kegiatan ini dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional, seharusnya kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Juli 2020, akan tetapi karena adanya pandemi covid-19 ini, jadinya kegiatan ini dilaksanakan sekarang.

“Dalam kegiatan ini materinya lebih kearah tentang pencegahannya NAPZA, untuk masalah NAPZA ini Kementerian Sosial RI juga memiliki wewenang, karena yang berkaitan dengan rehabilitasi terkait zat adiktif seperti minuman beralkohol, obat-obatan dan sejenisnya yang dapat menyebabkan ketergantungan itu merupakan urusan dari pusat,” kata Septi Elliza.

BACA JUGA:   Palangka Raya Masuk Zona Hijau Covid-19, Kapolresta: Benar yang Kita Lakukan Bukan Rekayasa

Septi berharap semua pihak berkerjasama dalam hal melakukan pencegahan terhadap narkotika itu bisa dilakukan dengan cara, sosialisasi secara terus menerus melalui televisi, spanduk, video tron, ceramah agama, dan lainnya.

Ia juga menjelaskan terkait Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Pengguna, Korban Penyalahguna, dan Pecandu Narkotika di Indonesia berjumlah 189, untuk Kalimantan Tengah ada satu yaitu IPWL Yayasan Galilea Palangka Raya yang saat ini baru mendaftarakan dirinya.

Selain itu Septi berharap Provinsi Kalteng lebih giat lagi sosialisasi tentang NAPZA ini, karena di Kalimantan Tengah ini termasuk beruntung karena memiliki Pusat Informasi dan Edukasi (PIE) NAPZA, tempat ini hanya ada lima di Indonesia yaitu di Kalteng, Yogyakarta, Malang, NTB, dan Jakarta.

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi di Kalteng Menunjukkan Peningkatan

“Pusat Informasi dan Edukasi (PIE) NAPZA Provinsi Kalteng yang berada di Jalan RTA Milono Kota Palangka Raya itu memiliki tenaga penyuluh, konselor, dan peralatan yang lengkap dalam hal memberikan informasi terkait narkotika tersebut, sehingga orang tua bisa langsung menanyakan bagaimana cara menangani anak yang mengalami kecanduan narkoba, atau orang tua bisa bertannya secara langsung apa itu narkoba, ciri-cirinya bagaimana, dan lainnya agar bisa melakukan pendeteksian dini,” jelasnya.

Selanjutnya Septi berharap Pemerintah mau menganggarkan dana terkait dengan sosialisasi, karena meskipun rehabilitasi itu wewenang pusat akan tetapi terkait sosialisasi pencegahan itu wewenang daerah, sehingga daerah mau mrnganggarkan dana untuk hal tersebut.

(Hardi/Beritasampit.co.id)