Dua Korban Longsor Tambang Emas di Kobar, Teryata Kakak Beradik

IST/BERITA SAMPIT - Proses Evakuasi terhadap korban yang berhasil ditemukan, hingga sekarang proses evakusi terus dilakukan.

PANGKALAN BUN – Dari 10 korban longsor Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kobar, ternyata ada dua pemuda kaka beradik yakni Yuda (26) dan Reza (21).

Keduanya diketahui merupakan Warga Kampung Nangerang, Desa Mulyasari, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut kenalannya Sudana di Pangkalan Bun, pihak keluarga korban di Tasikmalaya baru mengetahui Yuda dan Rezak tewas, pada Jumat, 20 November 2020.

“Menurut laporan Obing (53) paman kedua korban, Yuda sudah 2 bulanan berada di lokasi tambang di Pangkut, kalau Reza baru dua mingguan di Pangkutnya,” kata Sudana dengan beritasampit. co.id Sabtu, 21 November 2020

BACA JUGA:   4 Perusahaan Konsorsium Dapat Piagam Penghargaan dari Bupati Kobar

Ibu kedua korban Fatmawati (43) di Tasikmalaya dikabarkan masih dalam keadaan Syok setelah mendengar putra kesayanganya meninggal dunia saat bekerja PETI.

“Sampai sekarang keluarga korban di Tasikmalaya masih menunggu laporan dari yang berwenang di Kabupaten Kobar, katanya begitu,” aku Sudana.

Seperti diketahui tujuh penambang emas yang menjadi korban longsor di penambangan emas rakyat liar kawasan Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng hingga kini belum ditemukan.

Tim SAR gabungan hingga ini, baru mengevakuasi tiga korban yang semuanya dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA:   PT Sungai Rangit Dinilai Ingkar Janji Soal Plasma, DPRD : Pemerintah Harus Hadir

Kepala Puskesmas Aruta, dr Teno mengatakan, dari ketiga korban yang ditemukan semuanya dalam kondisi basah kuyup dan tubuhnya sudah mulai membengkak.

Semuanya (korban) sudah dikirim menggunakan ambulans menuju RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum guna mengetahui pengebab tewasnya ketiga korban,” ujar Teno.

Dia menjelaskan, untuk korban ketiga belum diketahui identitasnya sebab masih dilakukan pencocokan data dengan para saksi. “Korban ketiga yang ditemukan belum diketahui nama dan alamatnya. Masih menunggu identifikasi,” ujarnya.

(man/beritasampit.co.id).