Ketua Rombongan Penambang Liar Asal Tasik Malaya di Pangkut Dijadikan Tersangka

PRESS RELEASE : IST/BERITA SAMPIT - Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto, didampingi Kasat Reskrim dan Kabag Ops Polres Kobar, saat menggelar Press Release kasus tambang liar yang menelan 10 korban tertimbun. 

PANGKALAN BUN – Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah melalui Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto telah menetapkan ketua rombongan penambang liar asal Tasik Malaya Jawa Barat berinisial H (28) jadi tersangka atas kasus tindak pidana ilegal mining atau tambang emas ilegal di Sungai Seribu, RT 06 Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam acara Press Release Sabtu, 21 November 2020 Kompol Boni mengatakan, bahwa pada Kamis 19 November 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, di lokasi tambang telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 10 orang pekerja tertimbun di dalam lubang galian tambang.

“Penangkapan pelaku ketua rombongan ini berdasarkan laporan dari anggota kami yang bertugas di Polsek Aruta,” kata Boni.

BACA JUGA:   Perkuat Persaudaraan, Kapolres Kobar Silaturahmi Ke Pondok Pesantren Dar Ar-Raudhah dan Darul Ulum

Dijelaskan, bahwa tersangka selaku kepala rombongan dalam kegiatan pertambangan tanpa izin yang bertugas mengatur seluruh kegiatan yang ada di lubang galian tambang dan mengelola kebutuhan para pekerja atau buruh tambang, dengan hasil komoditas mineral logam berupa emas.

“Tersangka ini juga yang mencari para pekerja atau buruh untuk bekerja tambang emas. Ia memiliki jumlah pekerja atau buruh sebanyak 23 orang dengan tugas masing-masing diatur oleh tersangka selaku kepala rombongan,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, satu karung berisi material batu diduga mengandung emas 1 dan 1 unit mesin alat bor.

Sementara, pasal yang disangkakan yaitu pasal 158 Jo pasal 35 undang-undang RI Nomor 03 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. Ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 miliar.

BACA JUGA:   Bhabinkamtibmas Kawal Bantuan Sembako dari Pemprov

Kompol Boni juga menyampaikan, bahwa saat ini, dari 10 korban masih ada 7 korban yang belum ditemukan, yaitu Tatan, Harom, Reza, Susan, Bayu, Dian, Wakdir dan sudah ditemukan 3 orang yaitu Yudha, Nur Hidayat dan Rana.

Terpisah di lokasi penambangan Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah mengatakan, sementara tersangka yang baru diamankan ketua rombongannya. Kemungkinan setelah adanya pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dalam kasus tersebut itu bisa saja akan bertambah. (Man/beritasampit.co.id).