Bupati Kotim Berharap Ada Lembaga Kursus Bahasa Dayak

KURSUS BAHASA : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim menginginkan agar masyarakat membuka lembaga kursus bahasa dayak untuk melestarikan bahasa daerah.

SAMPIT – Terinspirasi kampung inggris, Pare, Kediri, Provinsi Jawa Timur, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menginginkan agar masyarakat lokal membuka lembaga kursus bahasa dayak.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi Kotim ada yang tidak menguasai bahasa dayak, saya inginkan masyarakat membuka lembaga kursus bahasa.dayak,” ujarnya usai melantik dan mengukuhkan Damang Kepala Adat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu 21 November 2020.

Dia menjelaskan, ada dua kecamatan yang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar. Dua kecamatan itu yakni, Bukit Santuai dan Antang Kalang.

BACA JUGA:   Ini Warisan Berharga dari Satgas TMMD Untuk Masyarakat

“Kecamatan Antang Kalang tepatnya di Tumbang Gagu terdapat rumah betang, sekarang rumah betang itu sudah mulai ramai dikunjungi antara sabtu dan minggu,” ucapnya kepada sejumlah awak media.

Seperti di Kampung Inggris, lanjutnya, kampung tersebut bukanlah sebuah kampung yang dihuni warga luar negeri. Hanya saja, kata Supian, lantaran banyaknya lembaga kursus bahasa inggris akhirnya diberinama Kampung Inggris.

BACA JUGA:   Banjir Rendam RSUD dr Murjani Sampit, Pelayanan Operasi Sementara Dihentikan

“Saya harapkan Kotim juga begitu, ketika ada wisatawan luar daerah ingin belajar bahasa dayak, lembaga kursus sudah tersedia,” tegas Bupati termuda di Kalteng ini.

Wacana adanya lembaga kursus bahasa dayak, tambahnya, tujuan utamanya untuk melestarikan tidak hanya tentang budaya dan adat, disisi lainnya juga melestarikan bahasa dayak.

“Budaya dan adat dayak sekitar 10-20 tahun akan datang masih bisa dilestarikan sedangkan bahasa dayak tidak menutupkan kemungkinan kedepannya akan tergerus zaman,” tandasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)