Peserta Pelatihan CRT Lanjutkan Pembinaan Fisik yang Prima

IST/BERITA SAMPIT - Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin.

PALANGKA RAYA – Peserta pelatihan Crisis Response Team (CRT) kembali melanjutkan kegiatan pembinaan fisik yaitu lari keliling Mapolda dan push up. Kegiatan pembinaan fisik dipimpin langsung oleh Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin, beserta para instruktur yang terdiri dari personel Wanteror Detasemen Gegana. Kegiatan dilaksanakan di Mapolda Kalteng Japan Tjilik Riwut KM 1 Kota Palangka Raya, Senin 23 November 2020.

“Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan tentunya dibutuhkan fisik yang prima. Kita ketahui bahwa dengan tubuh yang sehat dan prima ialah sebagai penunjang dalam pelaksanaan tugas di lapangan untuk mewujudkan Bhakti Anggota Polri untuk masyarakat, jadikanlah olahraga sebagai suatu kebutuhan, agar tubuh tetap prima, terjaga kesehatannya dan terhindar dari penyakit, dengan begitu maka akan mudah bagi kita untuk melaksanakan tugas dengan baik di lapangan,” kata Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin

BACA JUGA:   Kotim Tuan Rumah Rakerda SMSI Kalteng Tahun 2021

Di tempat berbeda Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko Baiin, didampingi unit Wanteror Detasemen Gegana laksanakan jam pimpinan kepada peserta pelatihan CRT di Aula Arya Dharma Polda Kalimantan Tengah Jl. Tjilik Riwut KM.1 Kota Palangka Raya, Senin 23 November 2020.

Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol Bambang Widjanarko mengatakan jam pimpinan yang dilakukan oleh Dansatbrimob ialah penyampaian terkait Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian. Dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan tentunya harus dilaksanakan sesuai dengan perkap yang ada.

BACA JUGA:   Legislator Ini Sebut Penerimaan Pajak Pusat dan Daerah Belum Optimal

“Perlu kita ketahui bahwa masih banyak oknum-oknum yang melaksanakan tugas tidak berdasarkan perkap yang berlaku, diharapkan dengan adanya jam pimpinan ini dapat mengedukasi rekan-rekan agar selalu mempedomani perkap 1 tahun 2009 yaitu tentang penggunaan kekuatan,” ucapnya. (Hardi/beritasampit.co.id).