Komposisi dan Volume Akhir APBD Kota Palangka Raya 2020/2021 Mengalami Perubahan

SAMBUTAN : M.SLH/ BERITA SAMPIT - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat memberikan sambutan terhadap pembahasan APBD Kota Palangka Raya bersama DPRD Kota Palangka Raya via zoom.

PALANGKA RAYA – Penandatanganan persetujuan bersama Wali Kota Palangka Raya dengan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020/2021 telah melewati proses pembahasan yang cukup panjang serta menguras tenaga dan pikiran.

Hal tersebut merupakan tugas dan pekerjaan yang mulia karena menyangkut hajat hidup dan kepentingan masyarakat Kota Palangka Raya, sehingga akhirnya Raperda tersebut dapat disampaikan kepada Gubernur Kalteng untuk selanjutnya dievaluasi. Hal ini dipandang sebagai wujud dan perhatian besar anggota dewan terhadap Pemkot dalam rangka pelaksanaan agenda Pemerintahan Daerah Kota Palangka Raya.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan, bahwa Pemerintah Daerah menerima berbagai catatan penting yang telah disampaikan oleh anggota DPRD Kota Palangka Raya, baik dalam pelaksanaan rapat kerja maupun melalui pandangan umum dan penyampaian hasil akhir yang telah disampaikan pada Rapat Paripurna ke-14 masa sidang 1 tahun sidang 2020/2021 DPRD kota Palangka Raya pada tanggal 24 November tahun 2020.

“Kami mengucapkan terima kasih, penghargaan serta apresiasi yang sebesar-besarnya atas perhatian yang telah diberikan serta berbagai pemikiran yang konstruktif yang mampu memberikan penguatan atau substansi materi Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2021 yang saat ini telah mendapatkan persetujuan,” terang Fairid saat memberikan sambutan dalam pembahasan APBD bersama DPRD Kota Palangka Raya via zoom, Selasa 24 November 2020.

BACA JUGA:   Ingatkan Personel Tetap Waspada dan Patuhi Prokes

Menurut Mantan Ketua KNPI Provinsi Kalteng ini, bahwa hal yang sangat menggembirakan selama berlangsungnya pembahasan peraturan tersebut adalah adanya rasa kekeluargaan bagi seluruh anggota dewan terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat dalam rangka pembangunan Kota Palangka Raya

“Hal ini dibuktikan atau terbukti, terwujud dan proses pembahasan yang sangat mendalam dan cermat, sehingga dihasilkan produk hukum daerah yang berkualitas, aspiratif dan peka terhadap kepentingan, keinginan dan kebutuhan masyarakat banyak di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.

Fairid juga menyampaikan yang menjadi kesepakatan antara DPRD dengan Pemkot Palangka Raya, terkait komposisi dan volume akhir APBD Kota Palangka Raya tahun anggaran 2020/2021.

Sebelum pembahasan berdasarkan prioritas dan tabu anggaran sementara pendapatan daerah ditargetkan sebesar 1,096 triliun lebih, sedangkan anggaran belanja daerah dialokasikan sebesar 1,122 triliun lebih setelah pembahasan dan pengkajian yang seksama dari anggota dewan bersama dengan tim anggaran Pemerintah Daerah Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   Polresta Palangka Raya Gelar Apel Pelepasan Personel BKO

Maka komposisi dan volume APBD mengalami perubahan, dimana terjadi kenaikan pada komposisi pendapatan daerah dan terjadi perubahan anggaran satuan kerja perangkat daerah secara terperinci komposisi dan volume.

Pemkot pada tahun anggaran 2021 sebagaimana yang sudah tertuang dalam persetujuan bersama antara pimpinan DPRD Kota Palangka Raya dengan Wali Kota Palangka Raya adalah, pendapatan daerah sebesar Rp 1,106 triliun lebih, dan belanja daerah sebesar Rp 1,130 triliun lebih.

“Sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp 24,4 miliar lebih, kemudian dan terakhir adalah pembayaran penerimaan sebesar Rp 37,4 miliar lebih, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 12,9 miliar lebih. Sehingga terdapat pembiayaan atas sebesar Rp 24 miliar lebih untuk menutup defisit anggaran belanja daerah,” ungkap Fairid Naparin. (M.Slh/beritsampit.co.id).