Demo Mahasiswa di Seruyan Diduga Ditunggangi, Polda Kalteng Membantah

DEMO - Aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa di Seruyan menolak ormas yang memecah belah persatuan

KUALA PEMBUANG – Sebanyak puluhan mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kabupaten Seruyan menggelar aksi menolak ormas radikal atau pemecah belah bangsa.  Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa Politeknik Seruyan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane Seruyan.

Aksi mahasiswa yang terjadi pada Kamis 26 November 2020 sore mendapatkan sorotan dari berbagai pihak.  Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh beritasampit.co.id, aksi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa tersebut diduga ditunggangi atau diarahkan salah satu pihak.

Hal itu didasarkan dari keterangan yang dihimpun dari beberapa orang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:   Dugaan Tipu Gelap, Ujang Iskandar Dilaporkan Ke Polisi

Menanggapi hal itu, Ketua Karateker Karang Taruna Kabupaten Seruyan Hendri Editia mengatakan, dirinya secara pribadi mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa Seruyan tersebut jika memang dilakukan secara murni.

“Namun kalau benar diduga ditunggangi dan tidak murni terjadi dari pikiran dan naluri mahasiswa itu sendiri, tentu kita sangat menyayangkan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Ia mengatakan, dirinya juga merasa prihatin ketika ada isu yang lebih besar, mahasiswa di Kuala Pembuang malah memilih untuk bungkam. “Contohnya masalah Omnibuslaw, kitakan tahu waktu itu sebagian besar mahasiswa di Indonesia turun ke jalan untuk melakukan aksi, tapi di Seruyan malah adem anyem tidak ada gerakan. Mahasiswa itu harusnya mengambil momen yang besar atau skala nasional, bukannya turun ke jalan dengan isu yang belum jelas,” tegasnya.

BACA JUGA:   GMKI Palangka Raya Minta Pemerintah Evaluasi Perizinan Tambang dan Sawit di Kalimantan

Sementara itu, Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan membantah terkait adanya isu yang beredar saat ini. “Ngak ada itu mas, aksi itu dari masyarakat kalo mahasiswa bisa ditanyakan langsung mas,” pungkasnya. (ASY)