Anggota DPRD Kota Dapil II Tinjau Langsung Kondisi Kawasan Beliang Kebanjiran

WAWANCARA : M.SLH/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kota Palangka Raya Daerah Pemilihan II, Riduanto saat diwawancara awak media.

PALANGAKA RAYA – Dalam Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Daerah Pemilihan II di Kelurahan Palangka, Selasa 01 Desember 2020 masyarakat menyampaikan aspirasi tentang keadaan wilayah jalan Beliang yang sering kebanjiran, dan langsung ditinjau anggota dewan.

Dalam pantau wartawan beritasampit.co.id di lapangan, sejumlah anggota dewan melakukan perjalanan dari Kantor Kelurahan Palangka menuju ke Jalan Beliang, melihat tempat yang dilaporkan oleh masyarakat terkait setiap kali hujan mengalami kebanjiran akibat kurang luasnya parit disana.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya Daerah Pemilihan II Riduanto menjelaskan, bahwa masalah infrastruktur sampai sekarang terus saja berlanjut, baik itu kerusakan atau memang belum terjamah sama sekali di Kelurahan Menteng dan Palangka.

“Menteng sudah kemarin kita lihat dan hari ini giliran di Kelurahan Palangka, memang karena ini disampaikan oleh masyarakat melalui HP baik itu SMS, Telepon dan WA, banyak sekali selama ini. Karena memang giliran hari ini untuk ke Kelurahan Palangka saya ajak teman-teman biar melihat apa kendalanya, nah inilah kendalanya ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat karena air di bawah jembatan ini, air dari Tilung sebagian lari ke sini melewati Amako melewati komplek UPR, Bukit Raya dan Bukit Indah semuanya lari ke sini,” terang Riduanto kepada awak media.

BACA JUGA:   Satlantas Polresta Palangka Raya Edukasi Sopir Truk

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) inipun menambahkan, bahwa karena itu bagaimana cara proses perbaikannya perlu dipikirkan dan kajian secara teknis, terutama dalam pelaksanaan perbaikan.

Sebagai anggota DPRD yang menerima keluhan dan aspirasi masyarakat yang bermitra dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, maka pihaknya akan terus mengawal supaya unsur pemerintah dan instansi terkait khususnya PUPR, bisa dikerjakan bagaimanapun caranya.

BACA JUGA:   Kecelakaan Lalu Lintas Tahun 2020 Menurun 31 Persen

“Karena mereka orang teknis bagaimana cara memikirkan mengatasi masuk mengerjakan, alam yang seperti ini, kita serahkan ke mereka saja secara teknis,” ujarnya.

Riduanto menambahkan, bahwa yang perlu diperhatikan saat pekerjaan nanti harus bekerja sama dengan RT/RW, tokoh masyarakat, orang-orang yang punya rumah di sepanjang bantaran sungai tersebut.

“Nanti pas ada yang pagar, kalau pagar itu harus dijebol karena alat masuk lewat situ terpaksa demikian, demi hasilnya nanti mereka sendiri yang tidak kena banjir lagi. Oleh karena itu bagaimana caranya tahun ini pihak PUPR bisa mengalokasikan dana untuk pekerjaan ini,” katanya. (M.Slh/beritasampit.co.id).